Rakyat China Bersatu Dukung Huawei, Tinggalkan Apple iPhone

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
24 May 2019 15:57
Rakyat China Bersatu Dukung Huawei, Tinggalkan Apple iPhone
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan AS memasukkan Huawei Technologies dalam daftar hitam (blacklist) dan meletusnya perang dagang jilid II, menjadi perhatian masyarakat China. Kini mulai muncul sentimen nasionalisme di tanah Tiongkok.

Korban dari sentimen nasionalisme ini adalah iPhone Apple. Para penggemar garis keras (die hard fans) iPhone Apple kini mulai mewacanakan untuk hijrah ke perangkat Huawei.



"Ada panggilan dari hati bahwa saya perlu menunjukkan dukungan untuk merek China, terutama dalam iklim perang dagang," kata Wang Zhixin seorang manajer produsen modul surya terbesar di China. Awal bulan ini dia mengganti perangkat iPhone 7 ke Huawei P30, seperti dilansir dari South China Morning Post, Jumat (24/5/2019)


"Huawei memiliki reputasi kualitas yang lebih baik dengan harga lebih murah," kata Wang Zhixin. "[P30] lebih cepat dan dapat mengambil gambar yang lebih baik."



Bagi Sam Li, pria yang bekerja di perusahaan telekomunikasi milik negara di Beijing, beralih dari Apple ke Huawei juga didorong oleh emosi.

"Agak memalukan mengeluarkan iPhone dari saku Anda saat ini ketika semua eksekutif perusahaan menggunakan Huawei."

Ada juga alasan untuk pindah ke Huawei: perusahaan menawarkan diskon sebagai bagian dari employee benefit jika membeli perangkat Huawei.

Rakyat China Bersatu Dukung Huawei, Tinggalkan Apple iPhoneFoto: Huawei (REUTERS/Charles Platiau)

Wang dan Sam Li sama-sama pengguna iPhone yang berbalik ke Huawei. Di Weibo, Twitternya China, muncul tagar dengan hampir 50 juta postingan yang menyatakan dukungan ke Huawei.

"Chip Huawei tidak perlu bergantung pada rantai pasokan AS," tulis seorang pengguna, dilansir dari CNBC International, Jumat (24/5/2019).

Beberapa pengguna mengatakan mereka akan membeli produk Huawei daripada Apple.



"Saya juga telah memutuskan untuk membeli ponsel Huawei, dan saya akan mengubah rencana saya membeli Apple Watch menjadi produk Huawei, mengambil tindakan untuk mendukung Huawei," tulis seorang pengguna Weibo. "Huawei telah di-bully dengan sangat buruk baru-baru ini oleh AS."

"Meskipun akun investasi saham saya menghadapi kerugian terus-menerus, saya bersiap untuk mengganti ponsel saya ke Huawei untuk menunjukkan dukungan dengan tindakan nyata," kata pengguna lain.



Seorang pengguna mengatakan ini adalah "fantasi" untuk menghentikan Huawei. "Kami akan menghentikan Apple," kata netizen atau warganet itu.

Belum jelas sebesar apa sentimen anti-Apple di China, tetapi seorang ahli memperingatkan bahwa klaim di dunia digital tidak boleh dianggap terlalu serius.



"Memang benar bahwa sentimen nasionalistik meningkat sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini, dan saya tidak akan terkejut jika Apple sedikit mendapat percikan apinya," kata Bryan Ma, wakil presiden riset perangkat di perusahaan riset pasar International Data Corporation.

"Tetapi banyak pengguna di China masih menginginkan prestise dan produk Apple. Kita perlu berhati-hati untuk tidak melakukan generalisasi berlebih berdasarkan sampel pengguna vokal online," ujarnya.



Apple menolak berkomentar ketika dihubungi oleh CNBC International perihal laporan ini.

Greater China menyumbang sekitar 17% dari penjualan bersih Apple. Di kuartal kedua tahun fiskal perusahaan, penjualan bersih di wilayah ini turun lebih dari 21% secara tahunan.


Simak video tentang Huawei di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]



(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading