Tak Seperti AS, Belgia Belum Temukan Bukti Spionase Huawei

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
16 April 2019 19:54
Tak Seperti AS, Belgia Belum Temukan Bukti Spionase Huawei Foto: Reuters
Jakarta, CNBC Indonesia - Tuduhan Amerika Serikat (AS) akan ancaman spionase dari perangkat Huawei tampaknya belum terbukti. Pusat keamanan siber Belgia menyatakan tidak menemukan bukti peralatan telekomunikasi yang dipasok Huawei dapat digunakan untuk memata-matai.

Badan yang berada di bawah perdana menteri Belgia ini telah ditugaskan untuk menganalisis kemungkinan ancaman yang ditimbulkan Huawei. Perusahaan asal China ini memasok peralatan ke tiga operator Seluler Belgia. Yakni, Proximus, Orange Belgium, dan Telenet.


"Sampai sekarang kami belum menemukan indikasi teknis yang mengarah pada ancaman mata-mata," kata juru bicara badan tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/4/2019). "Kami tidak memberikan laporan akhir tentang masalah ini, tetapi terus mencari."


Huawei sedang menghadapi pengawasan yang lebih ketat di Eropa setelah AS menuduh perusahaan bisa menjadi pintu masuk spionase China. AS melihat ada potensi main mata antara Huawei dengan pemerintah China. AS sendiri telah melarang penjualan produk Huawei ke perusahaan AS.

Jerman memilih untuk tidak mengikuti saran AS. Jerman tetap memperbolehkan Huawei ikut dalam pengembangan teknologi berkecepatan tinggi atau 5G asal memenuhi aturan keamanan.

Presiden Bundesnetzagentur, regulator telekomunikasi Jerman, Jochen Homman mengatakan kepada Financial Times dan dikutip CNBC Internasional, Senin (15/4/2019) bahwa tidak ada pemasok peralatan, termasuk Huawei, "yang secara khusus dikecualikan."

Jochen Homann mengatakan pihaknya belum melihat bukti Huawei memiliki risiko keamanan. Huawei pun diperbolehkan ikut dalam pengembangan jaringan 5G jika memenuhi persyaratan keamanan yang diberlakukan regulator.

Simak video Huawei soal jual chip 5G ke Apple di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading