Internasional

Cuekin AS, Jerman Bakal Izinkan Huawei Bangun Teknologi 5G

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 April 2019 17:25
Cuekin AS, Jerman Bakal Izinkan Huawei Bangun Teknologi 5G Foto: Seorang wanita melihat ponselnya di sebelah tanda 5G di Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, 25 Februari 2019. (REUTERS / Sergio Perez)
Jakarta, CNBC Indonesia - Jerman sepertinya tidak akan mengikuti anjuran Amerika Serikat dengan blokir Huawei Technologies. Jerman akan mengikutkan Huawei dalam pengembangan teknologi berkecepatan tinggi atau 5G asal memenuhi aturan keamanan.

Presiden Bundesnetzagentur, regulator telekomunikasi Jerman, Jochen Homman mengatakan kepada Financial Times dan dikutip CNBC Internasional, Senin (15/4/2019) bahwa tidak ada pemasok peralatan, termasuk Huawei, "yang secara khusus dikecualikan."


Jochen Homann mengatakan pihaknya belum melihat bukti Huawei memiliki risiko keamanan. Huawei pun diperbolehkan ikut dalam pengembangan jaringan 5G jika memenuhi persyaratan keamanan yang diberlakukan regulator.


Huawei sedang menghadapi tuduhan spionase oleh beberapa negara. Amerika Serikat (AS) telah melarang Huawei menjual peralatan jaringan 5G ke perusahaan AS. Australia, Jepang dan Selandia Baru telah mengikuti jalan AS. Huawei membantah tuduhan tersebut.

Sejauh ini, Uni Eropa memilih tak mengacuhkan anjuran AS untuk memblokir Huawei. Inggris, sekutu dekat Washington, memang mengakui risiko keamanan 'signifikan' yang ditimbulkan oleh Huawei tetapi, sejauh ini, belum memblokir Huawei dalam teknologi masa depan ini.

Cuekin AS, Jerman Bakal Izinkan Huawei Bangun Teknologi 5GFoto: Huawei (REUTERS/Aly Song)

Pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan perusahaannya akan mematuhi standar cybersecurity Eropa dan hukum Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) yang diterapkan Uni Eropa.

"Jerman mengusulkan pembentukan konvensi global terpadu yang akan melarang semua vendor peralatan memasang 'pintu belakang', dan mengharuskan mereka untuk menandatangani perjanjian tanpa mata-mata," ujarnya.

Dalam jaringan 5G, penekanannya lebih pada perangkat lunak daripada perangkat keras. Itu berarti pembuat peralatan mungkin dapat memasang jalur kode, yang disebut "pintu belakang," yang memungkinkan adanya akses ilegal di dalam jaringan. Akses tersebut bisa mendapatkan memantau transfer data, melacak lokasi pengguna ponsel, atau menguping pembicaraan.

"Kami mendukung standar global terpadu akan menjadikan aktivitas 'pintu belakang' sebagai kejahatan ... kami ingin menandatangani perjanjian seperti itu karena kami pikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," kata Ren Zhengfei.

Simak video AS larang sekutu gunakan produk Huawei di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading