AS 'Larang' Jerman Gunakan Teknologi Huawei, Merkel Meradang

Fintech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
14 March 2019 - 14:22
AS 'Larang' Jerman Gunakan Teknologi Huawei, Merkel Meradang
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memperingatkan Pemerintah Jerman untuk tidak menggunakan Huawei Technologies Co China dalam peningkatan ke jaringan 5G. Duta Besar AS untuk Jerman, Richard Grenell, merilis peringatan itu melalui surat pada Jumat (8/3/2019), mengutip Wall Street Journal, seperti yang diberitakan Reuters hari ini (14/3/2019).

Dalam suratnya Grenell mengatakan, perusahaan-perusahaan Cina yang berada di bawah hukum Tiongkok, bisa saja diminta untuk mendukung agen keamanan China. Grenell juga mengatakan bahwa inspeksi perangkat lunak Huawei tidak dapat memastikan bahwa tidak ada kerentanan.

Menanggapi hal itu, Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier dalam acara bincang-bincang di ZDF menyatakan, Jerman tidak ingin melarang Huawei, tetapi Jerman akan mengubah undang-undang untuk memastikan bahwa semua komponen yang digunakan dalam jaringan 5G akan aman.


Kanselir Jerman Angela Merkel meradang akan ancaman AS. Merkel mengatakan, pemerintah Jerman sangat fokus terhadap keamanan jaringan digital, termasuk infrastruktur seluler 5G. Namun, Jerman akan tetap punya rencana sendiri.

AS 'Larang' Jerman Gunakan Teknologi Huawei, Merkel MeradangFoto: Seorang pria yang berjalan melewati iklan smartphone Huawei P20 tercermin di pintu kaca di depan logo Huawei, di sebuah pusat perbelanjaan di Shanghai, China 6 Desember 2018. REUTERS / Aly Song

"Keamanan, terutama ketika menyangkut perluasan jaringan 5G dan di area digital, adalah masalah yang sangat penting bagi pemerintah Jerman, jadi kami menentukan standar kami untuk kami sendiri," kata Merkel mengutip Reuters Selasa lalu (12/3/2019).

Merkel menambahkan, pemerintah Jerman akan membahas hal ini dengan sejumlah mitra di Eropa, "serta kantor-kantor terkait di Amerika Serikat,"

Koordinat transatlantik Merkel, Peter Beyer, memperingatkan agar tidak terlalu banyak membaca reaksi terhadap surat Grenell. Pada dasarnya, katanya, Jerman dan AS sepakat soal keamanan.

"Ada keraguan yang dapat dibenarkan tentang apakah perusahaan yang dekat dengan pemerintah Cina dapat secara kredibel mencapai standar keamanan ini, yang sangat penting untuk aplikasi yang sangat sensitif seperti itu," katanya dalam sebuah pernyataan.

Michael Grosse-Broemer, pejabat konservatif di parlemen Jerman, mengatakan Jerman kompeten untuk mengatasi keamanannya sendiri sehingga tidak memerlukan petunjuk dari duta besar AS. Grosse-Broemer menambahkan jika timbul masalah, Merkel selalu dapat berbicara langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

Juergen Hardt, juru bicara kebijakan luar negeri untuk kaum konservatif, mengatakan kepada majalah Der Spiegel bahwa tidak ada hubungan antara lisensi 5G dan pembagian intelijen AS-Jerman yang sudah berdiri dengan baik dan berdasar pada kepentingan bersama.

Sebelum hal ini terjadi, Grenell memicu kontroversi dengan memperingatkan perusahaan Jerman untuk mulai menutup operasi bisnis mereka di Iran. Ancamannya untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Jerman yang terlibat dalam pipa Nord Stream 2 juga dinilai kontraproduktif. Politisi Jerman enggan dianggap tunduk pada tekanan AS, kata para ahli.

"Kelancaran berpolitik itu bukan hal yang ia [Grenell] kuasai atau yang ia bisa banggakan. Anda bisa mengatakan bahwa dia merupakan diplomat AS yang paling tidak diplomatik yang pernah ada di sini," kata Direktur Eksekutif Aspen Institute Germany.

Saksikan video Huawei yang gugat pemerintah AS di bawah ini:[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading