Perkembangan Teknologi

Mark Zuckerberg Bermimpi Facebook Bisa Seperti WeChat

Fintech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
11 March 2019 21:16
Mark Zuckerberg Bermimpi Facebook Bisa Seperti WeChat
Jakarta, CNBC Indonesia - Mark Zuckerberg memberikan arahan baru untuk Facebook Inc minggu ini yaitu agar mengalihkan fokusnya dari mengembangkan beberapa aplikasi sosial, menjadi hanya ke satu layanan pesan multifungsi.

Perubahan yang dimaksud Mark Zuckerberg itu sangat mencerminkan aplikasi buatan perusahaan China Tencent, WeChat, yang merupakan jaringan sosial tunggal terbesar di negara itu.

Memang ada beberapa perbedaan utama antara kedua produk tersebut, tetapi tujuan akhir keduanya terlihat sangat mirip, yaitu menjadi sebuah jaringan tunggal dan serba guna, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi semua jenis kebutuhan pengguna, mulai dari sistem pembayaran seluler hingga menghubungkan kontak langsung ke bisnis.


Dorongan untuk menjadikan Facebook lebih seperti layanan WeChat telah lama muncul, mengutip The Verge. Hal tersebut terjadi karena Facebook telah terus-menerus dianggap melakukan pelanggaran privasi karena pendekatannya yang agresif terhadap iklan dan berbasis umpan (feed) untuk jejaring sosial. Di Amerika Serikat (AS), Facebook juga tampaknya mulai ditinggalkan pengguna usia muda.

Mark Zuckerberg Bermimpi Facebook Bisa Seperti WeChatAplikasi WeChat (Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko)

Pendekatan privasi-pertama yang dijanjikan untuk layanan pesan baru ini akan mengatasi kekurangan Facebook tersebut, sementara banyaknya layanan yang tersedia dapat berfungsi untuk semakin menguatkan setiap layanan Facebook.

WeChat sering dianggap sebagai "aplikasi segalanya" untuk hampir 800 juta pemilik ponsel pintar di China karena aplikasi ini terhubung ke banyak game, bank, dan terhubung ke raksasa berbagi perusahaan perjalanan China, menyediakan layanan pengiriman makanan, dan penjual barang-barang murah. WeChat juga tersedia di wilayah lain, sehingga menarik basis pengguna aktif bulanan lebih dari 1 miliar.


Karena tersedia di mana-mana dan mendominasi, WeChat telah menjadi produk yang diinginkan, yang tampaknya mustahil untuk ditiru oleh perusahaan media sosial lainnya. Sebagai aplikasi do-everything, WeChat mampu menggantikan produsen perangkat seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi, dan hampir bertindak sebagai pengganti sistem operasi seperti iOS dan Android.

"Apa yang WeChat telah lakukan adalah menanamkan aliran konstan layanan dan fitur baru ke platform mereka. Fitur-fitur baru mengambil keuntungan dari efek jaringan yang kuat yang sudah dimiliki WeChat, sebagai platform pesan defacto di China," kata Willy Shih, seorang profesor praktik manajemen di Harvard Business School.

Dengan terus menambahkan layanan, WeChat menjadi bagian yang lebih integral dari kehidupan sehari-hari, dan lebih sulit untuk ditinggalkan sebagai hasilnya. "Nyaman untuk semuanya: pembayaran, mendapatkan info, memesan barang," tambahnya.


Willy Shih juga mengatakan, bahkan para tunawisma di China menggunakan QR code yang didukung WeChat untuk menerima pembayaran mobile ketika mengemis.

Ambisi Facebook untuk membangun platform aplikasi do-everything untuk audiens global telah berlangsung bertahun-tahun, masing-masing dimulai dengan akuisisi Instagram dan WhatsApp tahun 2012 dan 2014.

Sejak itu, Instagram dan WhatsApp menghentikan persaingan dari para pesaing, namun Messenger justru kesulitan untuk menjadi platform aplikasi andalan Facebook.


Dalam setengah dekade pengembangan berkelanjutan Messenger berikutnya, Facebook telah menambahkan berbagai fitur ke dalamnya mulai dari game, fitur obrolan Artificial Intelligence (AI), fitur kamera augmented reality, pembayaran mobile, dan banyak fitur lainnya yang dirancang untuk membuat Messenger menarik, seperti Facebook mini.

Pada tahun 2014, Facebook bahkan mempekerjakan David Marcus yang membesarkan Paypal, untuk menjalankan Messenger. Hal itu menandakan ambisi Facebook untuk mengubah platform menjadi penyedia berbagai layanan.

Sekarang, dengan rencana untuk berfokus pada bisnis pesan pribadi, Zuckerberg akhirnya bisa membuat versi WeChat yang sejauh ini belum dimiliki dunia di luar China. Hal itu bisa membuat Facebok memiliki gaya dan produk layaknya Instagram dan menjadi sumber berita, sesuatu yang memang sudah ada di Facebook, dan juga aplikasi perpesanan layaknya WhatsApp.


Tetapi membangun jaringan yang serba luas dan serba bisa itu adalah tantangan besar. Di China, WeChat menerima subsidi pemerintah, dan pemerintah China juga telah banyak membloki saingannya, seperti Messenger yang diblokir sejak 2009, Line milik Korea Selatan yang diblokir sejak 2015, dan WhatsApp yang diblokir pada 2017.

Upaya itu secara signifikan menghalangi persaingan. Pemerintah China dengan senang hati melakukan hal itu karena diberi akses untuk mengambil pesan WeChat yang telah dihapus untuk membantu penyelidikan polisi. Meskipun Tencent menyangkal bahwa perusahaan menyimpan riwayat obrolan.

Saksikan video tentang rencana Facebook satukan FB Messenger, Instagram dan WhatsApp di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading