Fintech

Bank Mandiri Jajaki Kerja Sama Pembayaran dengan WhatsApp?

Fintech - Roy Franedya & Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
29 November 2018 18:30
Bank Mandiri Jajaki Kerja Sama Pembayaran dengan WhatsApp?
Semarang, CNBC Indonesia - Gempuran perusahaan teknologi keuangan (fintech) dan berubahnya gaya hidup masyarakat dalam bertransaksi telah memaksa bank untuk melengkapi layanan digitalnya agar tak ditinggal nasabah.

Salah satu bank yang terus melengkapi layanan digitalnya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank plat merah ini sedang menjajaki kerja sama dengan platform perpesanan (chatting).

Sunarto Xie, Senior Vice President Digital Banking Bank Mandiri mengatakan perusahaannya berencana melakukan kerja sama dengan sebuah aplikasi pesan smartphone. Ini merupakan kolaborasi kedua setelah sebelumnya bekerja sama dengan Tokopedia.


"Iya ini kami (Bank Mandiri) sedang persiapkan kerja sama itu bersama sebuah pesan smartphone. Pastinya ini untuk transaksi pembayaran melalui aplikasi tersebut," kata Sunarto kepada CNBC Indonesia di kawasan Semarang saat acara Media Training Mandiri 2018, Kamis (29/11/2018).

Kendati demikian, Sunarto tak bisa memastikan kapan kolaborasi itu akan segera terealisasi. Tapi dia berharap agar tahun depan bisa terwujud guna meningkatkan penetrasi perbankan dalam digitalisasi perbankan.

Salah satu platform yang sedang dijajaki Bank Mandiri adalah platfrom chatting WhatsApp dalam sistem pembayaran.

"[Kami] masih diskusi awal [dengan WhatsApp]. Belumlah [kesepakatan kerja sama dengan WhatsApp], cuma diskusi saja," ujar Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri Rico Ustavia Frans kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/11/2018), melalui pesan singkat.

Asal tahu saja, WhatsApp merupakan platform chatting terbesar di dunia. Mengutip laporan keuangan kuartal IV-2017, jumlah penggunanya mencapai 1,5 miliar dengan 60 juta pesan yang terkirim per hari.

WhatsApp diakuisisi Facebook pada 2014 silam. Facebook mengakuisisi 100% saham WhatsApp dengan membayar US$22 miliar.

Meski sudah lama diakuisisi, baru tahun ini Facebook menjalankan rencana monetisasi WhatsApp. Monetisasi pertama WhatsApp adalah dengan meluncurkan fitur layanan berbayar WhatsApp Business.

Whatsapp Business sebagai alternatif pusat layanan pelanggan (customer call center) yang lebih murah. Dalam layanan ini pengguna akan mengiklankan produknya kepada pihak-pihak yang ingin disasar.

Pengguna akan dikenakan biaya bila pengguna tidak membalas pertanyaan konsumen dalam 24 jam, dilansir dari TechCrunch. WhatsApp akan memungut biaya paling mahal 9 sen dolar AS atau sekitar Rp 1.300 per pesan yang terkirim ke pelanggan potensial.

Cara lainnya yang ditempuh adalah masuk bisnis digital payment. Pengguna WhatsApp akan bisa melakukan pembayaran dan transfer dana melalui platform WhatsApp. Cara ini sedang diuji cobakan di India.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading