Perkembangan Teknologi

Kerugian Akibat Kejahatan Siber Mencapai Rp 8.160 T/Tahun

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
22 February 2018 06:34
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Mencapai Rp 8.160 T/Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia — Kerugian tahunan dari kejahatan siber (cybercrime) secara global telah mencapai US$600 miliar atau setara Rp 8.160 triliun (asumsi US$1 = Rp 13.600) pada 2017, yang didorong meningkatnya kecanggihan para hacker (peretas) dan bertambah banyaknya kejahatan di toko online dan mata uang digital (Cryptocurrency).

Ini adalah hasil penelitian perusahaan keamanan dunia maya McAfee dengan Central for Strategic dan Internasional Studies (CSIS) yang diumumkan Rabu (21/2/2018). Dalam penelitian ini disebutkan pencurian kekayaan intelektual mencapai seperempat kerugian tahunan dari kejahatan siber.

Rusia, Korea Utara dan Iran merupakan sumber utama para hacker. Mereka menargetkan institusi keuangan. Adapun China menjadi negara yang paling aktif dalam memata-matai dunia maya.


Para periset juga menemukan virus ransomware merupakan komponen kejahatan siber yang tumbuh paling cepat dibantu semakin mudahnya mendapatkan jasa peretasan di dunia maya.

Laporan ini muncul setelah beberapa hari sebelumnya Gedung Putih (AS) merilis sebuah laporan yang menunjukkan serangan siber telah mengakibatkan kerugian US$57 miliar - US$109 miliar pada tahun 2016. Gedung putih juga mengingatkan adanya efek turunan bagi perekonomian yang lebih luas jika sektor tertentu terkena dampaknya.

Secara global, para hacker menggunakan cara yang sama untuk mencuri data, pencurian identitas, meretas bank dan kejahatan dunia maya lainnya, dengan anonimitas dan menggunakan Bitcoin dan mata uang digital lainnya.

“Dunia digital telah mengubah hampir semua aspek kehidupan kita, termasuk risiko dan kejahatan, sehingga kejahatan lebih efisien, kurang berisiko, lebih menguntungkan dan tidak mudah dilakukan,” ujar Steve Grobman, chief technology officer McAfee seperti dikutip dari AFP.

Wakil presiden CSIS James Lewis mengatakan risiko geopolitik kejahatan siber merupakan elemen kunci dalam serangan dunia maya.

"Penelitian kami membuktikan fakta bahwa Rusia adalah pemimpin kejahatan siber, yang mencerminkan keahlian komunitas hacker dan penghinaannya terhadap penegakan hukum barat. Korea Utara berada di urutan kedua, karena negara tersebut menggunakan pencurian cryptocurrency untuk membantu mendanai rezimnya, dan sekarang kami melihat sejumlah besar pusat kejaharan siber tidak hanya Korea Utara tapi juga Brazil, India dan Vietnam,” ujar Lewis.

Dalam Laporan McAfee-CSIS, pada 2014 silam kerugian kejahatan siber US$445 miliar dan angkanya terus meningkat.

“Kejahatan siber terlalu mudah, banyak pengguna teknologi gagal melakukan tindakan perlindungan yang paling dasar, dan banyak produk teknologi kekurangan pertahanan yang memadai, sementara penjahat dunia maya menggunakan teknologi sederhana dan canggih untuk mengidentifikasi target, mengotomatisasi pembuatan dan pengiriman perangkat lunak, dan monetisasi yang mudah dari apa yang mereka curi, "kata laporan itu.

Studi ini tidak berusaha untuk mengukur kerugian semua aktivitas berbahaya di internet, namun berfokus pada hilangnya data bisnis, kecurangan online dan kejahatan finansial, manipulasi yang ditujukan kepada perusahaan publik, asuransi maya dan kerusakan reputasi. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading