Kisah Pemilik Toko Kelontong yang Sukses Diversifikasi Bisnis

Entrepreneur - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
09 January 2023 13:45
Sampoerna Foto: Sampoerna

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilik toko kelontong di Makassar, Sulawesi Selatan, Henny Silviani, berhasil melakukan diversifikasi bisnis. Memulai bisnis dengan membuka toko kelontong, Henny pun menjalankan usaha laundry.

Henny memulai usahanya sejak 2005 dengan menjual alat tulis kantor (ATK) dan jasa fotokopi untuk memanfaatkan lokasi tokonya yang dekat dengan kampus. Saat itu, usahanya masih mengontrak alias belum milik sendiri.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2006, Henny dan sang suami membeli rumah toko (ruko) dengan cara mencicil. Di ruko itulah, ia memulai usahanya yang kini bernama "SRC HS" (Harapan Sukses).

Henny menceritakan, pengembangan bisnis dilakukan setelah bergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) pada 2017, yakni komunitas toko kelontong terbesar di Indonesia yang dibina PT HM Sampoerna Tbk. Komunitas ini memiliki jumlah anggota lebih dari 225.000 toko kelontong dan 6.000-an paguyuban yang tersebar di Indonesia.

"Alhamdulillah toko saya sudah jauh berkembang. Saat pandemi itu, usaha ATK terpuruk karena tidak banyak pelanggan. Dengan adanya pembinaan dari Sampoerna ke toko-toko SRC, kami tidak sampai berada di titik terendah. Dengan gabung SRC, ada peluang-peluang bisnis yang bisa menghasilkan benefit buat saya. Sampoerna selalu mengadakan pendampingan agar toko bisa berkembang," ujar Henny dikutip dari keterangannya, Senin (9/1/2023).

Adapun melalui pendampingan SRC, Henny membuka usaha laundry karena tokonya berada di lokasi yang strategis.

"Bukan cuma menjalankan toko kelontong, tetapi saya juga berpikir bagaimana menghadapi situasi pandemi. Karena banyak anak kos, saya coba buka laundry. Ternyata yang jadi langganan bukan hanya anak kos, tetapi juga pekerja, ibu rumah tangga. Jadi di SRC ini, kami diajak berpikir untuk mengembangkan usaha," papar Henny.

Tidak berhenti di usaha laundry, toko SRC HS juga ditunjuk menjadi salah satu Mini Distribution Center (MDC) untuk menjadi lokasi penjualan bahan pangan kebutuhan sehari-hari melalui kerja sama dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulsel. Menurut dia, kerja sama ini sebagai optimalisasi Pemanfaatan Jalur Distribusi Toko Ritel guna membantu pengendalian inflasi pangan di Sulawesi Selatan.

Kerja sama tersebut tertuang melalui nota kesepahaman antara Bulog Sulsel dengan Paguyuban SRC Sulsel. Terdapat sekitar 4.000 toko SRC yang berpartisipasi menjadi MDC di area Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Pangkep, dan Bone, termasuk toko kelontong milik Henny.

Meski demikian, dia mengaku tak ingin cepat merasa puas. Ke depannya, ia berharap, usahanya semakin berkembang dan bisa melakukan ekspansi bisnis lainnya.

Lebih lanjut, dia menceritakan mulai bergabung dalam SRC pada 2017. Awalnya, ia tak langsung memutuskan bergabung karena merasa cukup baik dalam menjalankan dan menata usahanya.

Namun, setelah beberapa kali bertemu dengan pihak SRC, Henny dan suaminya pun mempertimbangkan untuk bergabung.

"Sampoerna tetap memperkenalkan SRC dan coach-coach-nya. Saat itu, saya dan suami berpikir, kenapa sih tidak coba gabung dengan SRC? Tapi, apa benefitnya buat saya? Itu yang saya tanyakan. Di situ dikatakan tidak bisa menjanjikan benefit, tapi diajak membangun bersama-sama. Akhirnya, saya gabung pada tahun 2017," kata Henny.

Awal bergabung, ia didampingi untuk melakukan penataan dan pengaturan barang-barang di tokonya. Henny mengikuti semua arahan yang diberikan dengan harapan usahanya semakin berkembang, termasuk melalui berbagai program pendampingan dan edukasi pengembangan usaha.

Tak disangka, pada 2018, Henny diundang ke Jakarta untuk mengikuti Pesta Retail Nasional (PRN). Di ajang ini, ia diperkenalkan dengan aplikasi "Ayo SRC", serta mendapatkan wawasan soal cara meningkatkan penghasilan toko, dan mulai membuka Pojok Lokal.

Kemudian pada 2022, Henny terpilih menjadi salah satu perwakilan SRC dari Sulsel yang diundang ke Bali untuk menghadiri salah satu acara SRC nasional.

Henny juga menambah berbagai layanan yang bisa didapatkan konsumen di tokonya, di antaranya pengisian pulsa, pembayaran listrik, dan sejumlah transaksi lainnya. Dengan adanya aplikasi "Ayo SRC", pengelola toko kelontong juga terbantu saat pandemi Covid-19 ketika segala layanan berlangsung daring.

"Jadi adanya aplikasi Ayo SRC itu bagus sekali. Kita bisa membeli barang dan lebih siap saat menghadapi situasi pandemi kemarin itu," pungkas dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buah Pemberdayaan UMKM BRI, Kopi Takengon Aceh Sampai di AS


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading