Langkah Penting Untuk Bangkitkan UMKM Kala Pandemi

Entrepreneur - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
10 February 2022 17:41
Profesor FEB UI Rofikoh Rokhim dalam acara BRI Microfinance Outlook 2022 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor dari kesehatan hingga perekonomian. Sektor UMKM dan ultra mikro pun menjadi salah satu yang terdampak akibat pandemi, karena adanya pembatasan mobilitas.

Bahkan sebuah riset menunjukkan bahwa 53% UMKM di beberapa negara langsung bangkrut kala pandemi menyerang. Meski terdampak pandemi, segmen UMKM dan ultra mikro memiliki kemampuan untuk bangkit lebih cepat. Apalagi mereka yang melakukan transformasi digital dan tidak hanya mengandalkan pasar penjualan secara langsung atau offline.

Guru Besar FEB UI Rofikoh Rokhim mengatakan salah satu yang membuat UMKM dan ultra mikro bangkit dengan cepat adalah adaptasi teknologi. Saat ini kepemilikan handphone atau smartphone dianggap sangat penting untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Selama pandemi, tercatat  13% UMKM di beberapa negara beralih ke digital.


"Di Indonesia sendiri, data terkini khusus negara Indonesia menunjukkan ada sekitar 12 juta UMKM yang sudah memanfaatkan handphone atau gadget lainnya untuk tingkatkan penjualan mereka," ujar Rofikoh dalam BRI Microfinance 2022, Kamis (10/2/2022).

Dia menuturkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM adalah wanita. Pandemi membuat 54% kelompok hilang kerja, yang artinya sebagian besar di angka tersebut juga wanita.

"Oleh karena itu, program PNM, Pegadaian, dan BRI melalui Holding Ultra Mikro, bisa menjadi kesempatan supaya wanita ini bisa bangkit kembali," tuturnya.

Secara keseluruhan, Rofikoh mengungkapkan bahwa 75% UMKM masih memiliki kekhawatiran, terutama di tengah situasi yang oenuh ketidakpastian. Dia menilai masih ada gap antara pelaku usaha yang bisa bertahan dan pulih kembali, dengan yang tidak bisa. Hal inilah yang menjadi kewajiban Ini kewajiban BRI, Pegadaian, dan PNM untuk mengurangi gap tersebut.

Menurutnya, dengan bantuan pemerintah melalui holding BRI, Pegadaian, dan PNM, serta bentuk program seperti CSR, dapat membantu para pelaku UMKM menjadi percaya untuk mendapatkan Ultra Micro.

"Setelah mendapatkan permodalan dan pendampingan, syukur-syukur jadi pengusaha besar," tambahnya.

Dia juga menyoroti kelompok unserve, yaitu kelompok yang selama ini tidak dilayani karena memiliki rasa takut, malas,dan sebagainya. Untuk itu, adanya BRI jemput bola akan sangat membantu kelompok unserve in menjadi kelompok yang deserve.

"Pemberdayaan dan aksesibilitas ultra mikro, kita paham bahwa setelah unserve menjadi serve ada kewajiban kita untuk didik mereka. Sekarang ini sudah ada akuntansi yang mudah, setelah itu ada literasi, produk apa yg harus mereka miliki," jelasnya.

Rofikoh menyarankan agar anak Holding Ultra Mikro serta grup BRI lainnya melakukan cross selling, seperti tabungan emas dan asuransi mikro.

"Ini semestinya dari nasabah juga jadi target. Tidak hanya untuk kepentingan perusahaan grup tapi bantu mereka agar bisa berjaga-jaga kalau ada sesuatu tidak ada asuransi yg mereka tidak miliki," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BRI Gali Potensi Ekonomi Desa Lewat Desa BRILian


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading