Berpeluang Legal, Taksi Online Ini Incar Layanan Antar Ganja

Entrepreneur - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 April 2021 14:55
Uber

Jakarta, CNBC Indonesia- Layanan transportasi taksi online Uber kini dapat melakukan pengiriman ganja setelah mendapatkan izin dari federal. Saat ini ganja tetap ilegal di bawah hukum federal, tetapi beberapa anggota parlemen telah menyatakan kesediaan untuk mengubah kebijakan.

Pemerintah federal telah mengizinkan negara bagian untuk melegalkan obat tersebut, dan ada 16 negara bagian, bersama dengan District of Columbia telah melegalkan ganja untuk penggunaan rekreasi.

"Ketika sudah ada jalan yang jelas untuk ganja, ketika undang-undang federal mulai berlaku, kami benar-benar akan melihatnya," kata CEO Uber Dara Khosrowshahi, dikutip dari CNBC International, Kamis (22/04/2021).


New York di bawah kepemimpinan Gubernur Andrew Cuomo menjadi negara bagian terbaru yang melegalkan ganja rekreasi, dengan menandatangani undang-undang 31 Maret. Undang-undang tersebut juga yang mengizinkan pengiriman produk ganja.

Saat ini, layanan pengiriman ganja tersedia di California, Nevada, dan Oregon untuk orang yang berusia 21 tahun atau lebih. Untuk saat ini, Uber mengatakan akan fokus pada pengiriman kategori utamanya seperti makanan dan alkohol.

"Kami melihat begitu banyak peluang di luar sana, dan kami akan fokus pada peluang yang ada," kata Khosrowshahi.

Saham Uber melonjak lebih dari 2% pada hari Senin, setelah perusahaan membukukan rekor pemesanan bruto untuk bulan Maret. Catatan ini juga menunjukkan peningkatan permintaan untuk bisnis ride-hailing.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading