Electric Car Hingga AI, 5 Bisnis Cuan Masa Depan Versi Jonan

Entrepreneur - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
26 November 2020 11:27
Peresmian Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Ijen di Dusun Panggungsari, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (22/2).

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan buka suara mengenai perubahan dunia setelah adanya pandemi Covid-19. Jonan bilang bahwa perubahan juga akan terjadi pada dinamika bisnis dan ekonomi.

"Menurut saya sih setelah pandemi ini selesai, ini dunia menurut saya tidak akan sama lagi. Saya sepakat dengan apa yang dikatakan Federal Reserve Chairman Jerome Powell bahwa ini the world economy will not be the same," ujarnya dalam acara Infobank Top 10 Most Outstanding People 2020 yang disiarkan via Youtube Infobank TV, Kamis (26/11/20).

Karena itu, ia merekomendasikan sejumlah bisnis yang ke depan punya potensi. Setidaknya ada 5 bidang bisnis yang menurutnya harus dipikirkan.

"Ini bisnisnya apa, what is feasible, what is less feasible. Saya nggak bilang what is feasible, what is not feasible, tapi what is feasible, what is less feasible. Ini perlu dipikirkan luar biasa. CEO Pepsi.co, CEO perusahaan besar dunia juga mengatakan ini dunia tak akan sama lagi, apakah properti bisnis akan sama value-nya misal gedung perkantoran atau shopping mall atau online bisnis, ini yang menurut saya harus dipertimbangkan," kata Jonan.

Eks menteri perhubungan itu, ada 5 bisnis ke depannya yang akan sangat menarik. Jonan menyebutkan bahwa 5 bisnis itu mau tak mau akan tiba masa jayanya.

"Itu they are coming, bukan they welcome. They are coming and faster and faster to our life," kata Jonan.

Pertama adalah bisnis renewable energi. Jonan menilai, renewable energi ini merupakan mandatory.

"Mau dihitung kayak apapun it is beyond economic calculation. Ini harus duduk, bicara mau beres ini bagaimana," tegasnya.

Yang kedua adalah electric car, apakah teknologinya hidrogen atau baterai lithium atau apapun, we must go, kata Jonan.

"Kalau kita bayangkan dalam 10 tahun Indonesia itu punya kesempatan untuk double di GDP atau misalnya dalam 10 tahun jadi di 2020 itu GDP perkapita Indonesia US$ 10.000 dolar ya, jadi naik kurang lebih dua setengah kali dalam 10 tahun," ujar Jonan.



Eks Dirut PT KAI itu mengilustrasikan jumlah kendaraan bermotor makin dibutuhkan dari tahun ke tahun. Kalau Ini semua pakai combustion engine, ia khawatir polusinya luar biasa.

"Apalagi kita ini sangat tidak tertib dalam menggunakan combustion engine yang ramah lingkungan itu," kata Jonan.

Yang ketiga adalah bisnis online. Ia menyebutkan bahwa bisnis online ini akan memberikan dampak bagus bagi keseluruhan platform bisnis properti.

"Apakah itu mall, ataukah properti ataukah atau gedung perkantoran atau perumahan dan sebagainya. Mungkin sekarang gedung perumahan atau kompleks perumahan atau wilayah yang broadband-nya luar biasa, yang fast broadband itu value-nya mungkin akan naik," ujar Jonan.

Yang keempat adalah bisnis lingkungan hidup. Ia bilang, bisnis lingkungan hidup itu sudah mulai digencarkan di dunia. Bahkan World Economic Forum PBB sudah menggalang penanaman 1 triliun pohon di seluruh dunia dalam 5 tahun.

"Nah kita apa, mungkin perbaiki lingkungan dan sebagainya. Uni Eropa waktu saya masih bertugas juga sudah ribut sekali mempermasalahkan hasil perkebunan kelapa sawit kita apakah ini memenuhi standar eco-friendly atau tidak," kata Jonan.

"Dan ini akan datang terus ini tidak menurut saya tidak dilihat secara parokial karena akhirnya makin lama ya akan datang. Ini tidak perduli apakah Presiden Amerika Presiden Trump atau Presiden Biden dan sebagainya," lanjutnya.

Yang terakhir adalah kecerdasan buatan atau (artificial intelligence). Sayangnya, menurut Jonan orang Indonesia tak banyak menyadari mengenai potensi ini.

"Kita sering tidak sadar ya orang bilang industrial revolution 4.0 dan sebagainya, itu the backbone of industrial revolution 4.0 is the artificial intelligence, yang menciptakan banyak robot yang akan robotic activity yang akan menggantikan peranan manusia. Dan ini kalau datang negara kita itu harus memikirkan kita ini mau dididik bentuknya kayak apa lagi ke depan," ujar Jonan.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading