Internasional

Perang Dagang Buat Orang Terkaya China Kehilangan Rp 117 T

Entrepreneur - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
25 October 2018 15:27
Perang Dagang Buat Orang Terkaya China Kehilangan Rp 117 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Anjloknya harga saham dan melemahnya mata uang China, renminbi, di tengah kekhawatiran kredit dan perdagangan, menghapus keberuntungan orang terkaya di China.

Kekayaan bersih lebih dari tiga perempat dari 400 miliuner teratas tahun lalu menurun, memaksa 93 orang keluar dari daftar, sementara dari mereka yang tersisa, 229 memiliki harta yang lebih sedikit dari setahun lalu, dan hampir sepertiganya kehilangan 20% lebih, Forbes melaporkan dan dikutip Kamis (25/10/2018).



Orang terkaya nomor satu tahun lalu, taipan properti Hui Ka Yan, kehilangan US$11,7 miliar (Rp 117,8 T) atau 28% dari kekayaannya. Ia kini menduduki posisi ketiga dalam daftar Orang Terkaya China 2018 versi Forbes.


Tokoh real estate itu bertukar posisi dengan pendiri Alibaba Jack Ma. Ia memiliki kekayaan senilai US$34,6 miliar dan kembali ke nomor wahid untuk kali pertama sejak 2014, meski memiliki hartanya turun US$4 miliar dibandingkan setahun yang lalu.

Pendiri Tencent, Ma Huateng (juga dikenal sebagai Pony Ma), ada di posisi kedua meskipun asetnya turun US$6,2 miliar. Wang Wei dari S.F. Holding, yang dikenal sebagai Fedex China, adalah pecundang terbesar kedua karena kehilangan US$7,4 miliar atau 33% dari nilai kekayaannya.

Korban lain dari aksi jual di pasar saham adalah Richard Liu, pendiri e-commerce JD.com, yang investornya termasuk Tencent dan Walmart. Kekayaan bersihnya turun 34%.

Perang Dagang Buat Orang Terkaya China Kehilangan Rp 117 TFoto: Infografis/Kisah Sukses Jack Ma/Edward Ricardo
JD.com telah kehilangan separuh nilainya sejak puncaknya pada bulan Januari, dan sahamnya telah turun hingga seperempatnya sejak akhir Agustus, ketika Liu ditangkap di Minnesota karena dugaan pelanggaran seksual. Dia dibebaskan pada hari berikutnya, belum dihukum, dan telah kembali ke Tiongkok.

JD.com mengatakan tuduhan itu tidak benar.

Hampir semua industri merasakan penurunan total kekayaan. Manufaktur, yang merupakan sumber kekayaan terbesar di China, turun lebih dalam karena jumlah orang kaya dari sektor itu turun menjadi 72 dari 79 dan kekayaan bersih rata-rata mereka turun menjadi US$1,8 miliar dari US$2,1 miliar.



Pada tahun 2017, semua 400 anggota daftar ini memiliki nilai aset US$1 miliar atau lebih. Tahun ini, berbagai risiko perekonomian global membuat nilai rata-ratanya turun menjadi US$ 840 juta.

Nilai aset para tokoh dalam daftar dihitung menggunakan harga saham dan nilai tukar pada 12 Oktober. Beberapa perkiraan termasuk aset yang dimiliki oleh anggota keluarga. Saham yang diagunkan tidak terhitung. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading