Ilmuwan Temukan Kryptonite di Eropa, Ternyata Tak Berwarna Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Kryptonite bukan hanya sebuah cerita fiksi yang bisa melemahkan Superman saja. Bukan di planet Krypton, mineral serupa ternyata benar-benar ada di Bumi.
Sebuah penelitian berhasil menemukan mineral yang dikenal sebagai Jadarite. Mineral ini ditemukan di Serbia pada 2004.
Saat itu, seorang ahli mineral di Museum Sejarah Alam London bernama Chris Stanley dikirimi sampel inti bor dari pertambangan Rio Tinto. Setelah diperiksa ternyata sampel dari Serbia menemukan hubungannya dengan Kryptonite .
Kemiripannya sendiri berada pada komposisi kimianya. Namun secara tampilan cukup berbeda yakni Jadarite merupakan bubuk berwarna putih bukan hijau seperti Kryptonite, dan tidak radioaktif.
"Jelang akhir penelitian, saya mencari di internet dengan menggunakan rumus kimia mineral tersebut, natrium litium boron silikat hidroksida, dan menemukan nama ilmiah yang sama dari kotak berisi Kryptonite yang dicuri Lex Luthor dari museum di Superman Returns," kata Stanley, dikutip dari Times of India, Kamis (5/11/2026).
Akhirnya, temuan itu diberi nama Jadarite merujuk pada nama wilayah tempat mineral ditemukan.
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Fransescco Putzolu dari Museum Sejarah Alam juga menemukan mengapa mineral itu ditemukan di Serbia. Mereka menjelaskan Jadarite berasal dari kombinasi aktivitas vulkanik dan danau soda sangat basa di wilayah tersebut hingga 16 juta tahun lalu.
Kondisi ini harus terjadi bersamaan. Jadi mineralnya bisa terbentuk.
Tak sampai di situ, para peneliti Museum Sejarah Alam London menemukan hal baru dalam Jadarite hampir dua dekade kemudian. Yakni kegunaannya untuk sumber lithium pada kendaraan listrik di Eropa.
Jadarite disebut mengandung litium seperti mineral yang umum ditambang pada litium bernama spodumene. Selain itu juga mengandung konsentrasi boron bernilai komersial.
Salah satu penulis penelitian, Richard Herrington mengatakan jumlahnya mencapai 100 juta ton. Bahkan bisa cukup besar jika rencana penambangan direstui.
"Jika penambangan disetujui bisa menjadi sembilan persepuluh dari seluruh lithium yang dibutuhkan Eropa dengan kendaraan listriknya, jadi jumlahnya cukup besar," jelasnya.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]