Teleskop NASA Hari Ini Bisa Jatuh di Wilayah RI, Begini Cara Pantau
Jakarta, CNBC Indonesia - Teleskop luar angkasa milik NASA, Neil Gehrels Swift Observatory, diperkirakan akan masuk kembali ke atmosfer Bumi pada Rabu dini hari, 4 November 2026. Sisa-sisa satelit yang tidak terbakar sepenuhnya dapat jatuh di wilayah yang membentang dari 20,6 derajat Lintang Selatan hingga 20,6 derajat Lintang Utara - termasuk sebagian wilayah Indonesia
Diluncurkan pada tahun 2004, teleskop ini telah mengamati ledakan sinar gamma, lubang hitam, serta peristiwa kosmik paling dahsyat selama lebih dari dua dekade. Namun gesekan dengan atmosfer bagian atas perlahan memperlambat pergerakannya, dan aktivitas matahari yang belakangan meningkat mempercepat penurunan ketinggiannya.
Upaya penyelamatan yang memakan biaya US$ 30 juta dilakukan bersama perusahaan Katalyst Space untuk mengangkatnya ke orbit yang lebih tinggi, tetapi pesawat penolong yang bernama LINK mengalami kendali kendali dan rencana dibatalkan.
Pada 20 Oktober lalu, ketinggian Swift turun hingga di bawah 275 kilometer dan satelit pun dinyatakan berhenti beroperasi.
Berdasarkan perhitungan NASA, puing-puing yang selamat dari pembakaran dapat jatuh di wilayah yang melintasi garis khatulistiwa, mencakup negara-negara di Asia Tenggara, sebagian Afrika, Amerika Tengah, hingga wilayah Samudra Pasifik. Indonesia berada di jalur kemungkinan jatuh tersebut.
Namun NASA menegaskan risiko bahaya bagi manusia sangat kecil, diperkirakan hanya sekitar 1 banding 2.100. Sebagian besar badan pesawat akan hancur saat menembus atmosfer, dan puing yang tersisa cenderung jatuh di lautan atau daerah yang jarang penduduk.
Cara Memantau Pergerakannya
NASA tidak menyediakan peta pelacak langsung, namun Anda dapat memantaunya melalui:
- Blog resmi NASA: https://science.nasa.gov/blogs/swift - pembaruan berkala mengenai waktu dan lokasi masuk kembali
- Website pelacak satelit: masukkan kode NORAD ID 28485 di layanan seperti Orbital Radar, N2YO, atau KeepTrack untuk melihat posisi dan lintasan secara nyata
- Space-Track.org: portal data milik Angkatan Udara AS yang menjadi sumber informasi bagi semua layanan pemantauan
Waktu masuk kembali dapat berubah tergantung kondisi atmosfer. Posisi tepatnya baru dapat dipastikan sesaat sebelum kejadian.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]