Data Center di RI 100% Lokal, Diurus Lulusan SMK Dicontek Luar Negeri

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
03 November 2026 20:30
Director of Customer Success Microsoft Indonesia, Irving Hutagalung saat menyampaikan pemaparan dalam Coffee Morning dengan tema Beyond AI Adoption : Indonesias Role in the AI Economydi Jakarta, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Director of Customer Success Microsoft Indonesia, Irving Hutagalung saat menyampaikan pemaparan dalam Coffee Morning dengan tema “Beyond AI Adoption : Indonesia’s Role in the AI Economy”di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Microsoft mengandalkan tenaga kerja lokal untuk mengoperasikan seluruh data center miliknya di Indonesia. Bahkan, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu merekrut lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengisi kebutuhan tenaga teknis dan melatih mereka menjadi operator data center.

Director of Customer Success Microsoft Indonesia Irving Hutagalung mengatakan, seluruh tim teknis yang mengelola data center Microsoft di Indonesia merupakan orang Indonesia. Saat ini, Microsoft telah memiliki sekitar 200 tenaga teknis lokal yang mengelola enam hingga delapan data center di tanah air.

"Karena komitmen kami terhadap pemerintah, semua tim teknis di data center itu orang Indonesia semua," ujar Irving dalam acara CNBC Indonesia Coffee Morning di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menariknya, data center Microsoft di Indonesia menjadi salah satu implementasi pertama generasi kesembilan perusahaan tersebut di dunia. Penerapan teknologi ini membuat tim Microsoft dari negara lain datang ke Indonesia untuk belajar langsung dari tenaga kerja lokal.

"Dan yang menarik, karena ini adalah salah satu implementasi dari generasi terakhir data center Microsoft, sekarang dari negara lain datang ke sini," ungkapnya

"Jadi dari Jepang, dari Cina, tim Microsoft di sana justru datang ke Indonesia, belajar dari orang-orang Indonesia yang sekarang sedang mengelola data center kita di sini," sambungnya.

Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mencari tenaga kerja dengan keterampilan teknis yang sesuai untuk mengoperasikan data center di Indonesia. Keterbatasan talenta membuat Microsoft harus memperluas sumber rekrutmen, termasuk menyasar lulusan SMK.

"Di Indonesia memang skill-nya terbatas, dan ini kayaknya sudah bukan rahasia lagi di dunia IT, ketika dari kampus tidak bisa menyediakan, akhirnya semuanya turun ke SMK," kata Irving.

Microsoft kemudian merekrut lulusan SMK dan memberikan pelatihan agar mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi operator data center.

"Jadi kita jadinya hire dari SMK, kita training supaya mereka bisa jadi data center operator," ungkap Irving.

Menurut dia, langkah tersebut tidak hanya membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan dan kualitas talenta digital di dalam negeri.

Irving berharap perusahaan teknologi lain melakukan langkah serupa dengan memanfaatkan dan melatih tenaga kerja lokal, alih-alih langsung mencari tenaga ahli dari luar negeri ketika kesulitan menemukan kandidat yang sesuai.

"Dan itu buat Microsoft itu salah satu hal yang baik dan saya harapkan juga dari teman-teman yang lain juga melakukan yang sama karena jangan sampai ketika tidak mendapatkan talent yang oke, larinya dari luar," jelasnya.

"Mau enggak mau ya memang kita harus rekrut apa yang ada dan kita training gitu ya, karena ujung-ujungnya memang itu juga baik untuk ekosistem kita juga di Indonesia." pungkasnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 1 dari 4 Data Center Kekurangan Air, Berebut dengan Petani dan Warga


Most Popular
Features