Krisis Menggila, Raja HP Dunia Sudah Siaga Penuh Jelang Akhir Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Apple, memberikan peringatan (warning) terkait lonjakan biaya chip memori yang bakal terus berlanjut. Kenaikan harga ini dipicu krisis kelangkaan chip memori karena pasokannya banyak mengalir untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kondisi ini diproyeksikan memicu tekanan terhadap marjin kotor (gross margin) Apple pada kuartal akhir tahun. Saham Apple sempat merosot hingga 4% dalam sesi conference call setelah jajaran eksekutif memaparkan proyeksi kinerja yang cenderung lebih lemah, sebelum akhirnya menipiskan koreksi menjadi 2%.
Meski demikian, tingginya permintaan awal untuk lini iPhone 18 Pro serta kenaikan harga jual berhasil mendorong pendapatan perusahaan melampaui ekspektasi pasar pada kuartal IV fiskal.
Apple memproyeksikan marjin kotor berada di kisaran 45% hingga 46% untuk kuartal yang berakhir pada Desember 2026 mendatang. Angka ini menyusut dibandingkan pencapaian kuartal IV fiskal yang tercatat sebesar 47,9%.
Sementara itu, pertumbuhan pendapatan dari lini bisnis layanan (services) diproyeksikan hanya tumbuh 8% hingga 9%, di bawah perkiraan konsensus analis yang mematok angka 10,7%.
Kinerja keuangan ini mengemuka di tengah berbagai terobosan di bawah kendali CEO baru Apple, John Ternus, yang resmi menjabat sejak September. Berbeda dengan tradisi hampir dua dekade terakhir di mana Apple selalu meluncurkan seluruh lini iPhone baru secara bersamaan pada bulan September, tahun ini perusahaan memilih mendistribusikan waktu rilis.
Lini iPhone 18 Pro dan iPhone Duo mulai dikirimkan tahun ini, sedangkan varian standar lainnya baru menyusul tahun depan.
Selain iPhone, Apple juga mengguyur pasar dengan berbagai lini produk non-iPhone, seperti laptop berlayar sentuh (touchscreen) serta perangkat smart-home hub pertamanya. Strategi perilisan produk secara bertahap ini dinilai para analis bertujuan untuk meratakan siklus pendapatan tahunan Apple agar tidak melandai pasca-musim liburan.
Pasokan Layar iPhone Duo Terbatas dan Berisiko Cacat
Di tengah lonjakan permintaan, Apple dihadapkan pada keluhan konsumen terkait masalah layar retak pada iPhone Duo, ponsel lipat perdana Apple yang ludes dalam hitungan jam saat diluncurkan bulan lalu.
Dalam wawancara khusus dengan Reuters, Ternus mengakui adanya keluhan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kendala teknis tersebut hanya dialami oleh persentase yang sangat kecil dari total unit yang beredar, dan Apple kini tengah mengganti unit yang terdampak.
"Pasokan iPhone Duo sangat terbatas per hari ini. Peningkatan kapasitas produksi berjalan baik, tetapi saat ini kami belum dapat memprediksi kapan pasokan dan permintaan berada dalam kondisi seimbang," jelas Ternus, dikutip dari Reuters, Selasa (3/11/2026).
Pada kuartal IV fiskal, penjualan lini iPhone mencatatkan angka US$57,58 miliar (Rp), melampaui estimasi pasar yang mematok US$56,54 miliar (Rp1.045 triliun). Namun, strategi kenaikan harga komponen akibat booming kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diproyeksikan bakal menahan dorongan marjin dari pembaruan kapasitas penyimpanan (storage upgrade).
"Pertanyaan terbesar bagi Apple adalah sejauh mana mereka mampu bertahan dari lonjakan harga komponen yang telah menekan para pesaingnya di industri PC dan smartphone," kata Analis Utama TECHnalysis Research, Bob O'Donnell.
Kenaikan Harga Jual Tutup Pembengkakan Biaya Memori
Demi menahan pembengkakan biaya chip memori, Apple mengerek harga jual iPhone 17 sebesar US$100 serta menaikkan harga pada beberapa varian MacBook. Langkah ini terbukti ampuh menjaga marjin kotor kuartal IV tetap perkasa di level 47,9%.
"Kami mencatat biaya memori yang lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, yang sebagian berhasil diimbangi oleh penyerapan persediaan (inventory) serta harga komponen non-memori yang lebih rendah. Kenaikan harga jual ini memberikan penyeimbang," tutur Ternus.
Chief Financial Officer (CFO) Apple, Kevan Parekh, menambahkan bahwa Apple memperkirakan tren tingginya biaya memori masih akan berlanjut hingga tahun depan. Di saat yang sama, Apple telah meningkatkan nilai komitmen pembelian komponen sebesar US$33 miliar (sekitar Rp599 triliun) selama kuartal tersebut demi mengamankan pasokan dari produsen seperti Micron.
Selain masalah hardware, integrasi Siri AI yang sebagian memanfaatkan infrastruktur komputasi awan (cloud) milik Google juga menguras margin operasional. Guna memangkas pembengkakan biaya pemrosesan AI, Apple mengisyaratkan bakal menaikkan tarif langganan iCloud+ dan menerapkan pembatasan penggunaan pada fitur-fitur berdaya komputasi tinggi.
Secara keseluruhan, Apple membukukan total penjualan sebesar US$114,48 miliar (sekitar Rp2.079 triliun) pada kuartal IV fiskal, melampaui estimasi konsensus sebesar US$113,39 miliar. Laba per saham (earning per share) tercatat sebesar US$2,10. Penjualan lini Mac menyumbang US$10,79 miliar dan sektor services mencetak US$31,57 miliar. Namun, penjualan untuk wilayah China tercatat lesu di angka US$17,54 miliar, berada di bawah estimasi analis sebesar US$18,58 miliar.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]