Komdigi Ungkap Posisi Strategis RI di Tengah Kompetisi AI Global
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengungkap posisi Indonesia dalam kompetisi teknologi Artificial Intelligence di tingkat global. Ia mengatakan bahwa posisi Indonesia sebagai bagian dari middle power dan less power masih menjadi pasar untuk teknologi tersebut.
"Teknologi baru dikenalkan ke negara middle power juga terjadi pergulatan. Bagaimana mereka berpacu dalam teknologi ini dan saya melihat mereka mencoba masuk ke dalam global supply chain dalam industri AI," ujar dia dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2026 'Best AI Ecosystem', Jumat (30/10/2026).
Kendati demikian dia menegaskan bahwa Indonesia saat ini diuntungkan karena menjadi negara terbesar di kawasan Asia Tengara dengan penduduk hampir 300 juta jiwa. Hal ini akan menjadi kekuatan Indonesia ke depan dalam persaingan global AI.
Oleh sebab itu kata Nezar Indonesia akan memperkuat infrastruktur melalui ketersediaan sumber daya, khususnya energi untuk mendukung industri semikonduktor dan juga data center.
"Ini di lapis basis infrastruktur teknologi AI. Baru di atasnya produksi chip, ada platform dan aplikasi. Jadi dia fullstack AI," jelas Nezar.
Di samping itu, Indonesia juga memiliki critical mineral seperti nikel, bauksit, hingga pasir silika. MIneral kritis tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya tawar dalam rantai pasok AI secara global.
"Paling tidak kita menjadi menjadi bagian AI global supply chain. Kita harus menempati posisi strategis," terang dia.
Dengan upaya tersebut, menurut Nazar, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi dalam industri AI.