Segini Air dan Listrik yang Terbuang Setiap Kali Anda Pakai AI

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
30 October 2026 16:20
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Konsumsi air yang besar selalu dikaitkan dengan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal serupa juga berlaku pada energi listrik yang tersedot saat platform AI digunakan oleh manusia.

Raksasa teknologi Google dan OpenAI, serta para pengamat, mengungkapkan seberapa besar konsumsi air dan energi untuk menjalankan operasi AI. Kendati demikian, laporan Quartz menunjukkan bahwa data yang dihasilkan tidak selalu selaras karena masing-masing pihak memiliki standar perhitungannya sendiri. Berikut gambaran kasarnya, dikutip dari Quartz, Jumat (30/10/2026):

Google Gemini

Dalam makalah teknis yang dirilis pada 21 Agustus 2025, Google mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi Gemini mengonsumsi listrik sebesar 0,24 watt-jam. Namun, Google menggunakan standar nilai tengah (median), yang artinya tidak setiap permintaan ke Gemini membutuhkan tepat seperempat watt-jam.

Angka yang sama juga berlaku untuk perintah berbentuk teks di aplikasi Gemini. Google mengklaim telah terjadi penurunan konsumsi energi hingga 33 kali lipat dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

Selain itu, Google pernah menyebutkan bahwa rata-rata pemrosesan perintah teks di aplikasi Gemini setara dengan energi yang dibutuhkan untuk menonton TV selama 9 detik.

Sementara untuk konsumsi air, satu permintaan di aplikasi Gemini membutuhkan sekitar 0,26 mililiter air, atau setara dengan lima tetes air.

OpenAI

Pada tahun 2025, CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan bahwa rata-rata satu kueri di ChatGPT mengonsumsi listrik sebesar 0,34 watt-jam. Namun, ia tidak memberikan penjelasan mengenai metodologi perhitungan yang digunakan.

Untuk penggunaan air, rata-rata satu kueri ChatGPT membutuhkan sekitar 0,000085 galon air, atau setara dengan seperlima belas sendok teh.

Altman juga sempat mengilustrasikan bahwa rata-rata satu kueri ChatGPT menyedot energi listrik yang setara dengan menyalakan oven selama sedikit lebih dari satu detik.

Temuan Lembaga Riset Epoch AI

Lembaga riset independen, Epoch AI, turut merilis hasil perhitungannya pada Februari 2025 lalu. Menurut kalkulasi mereka, satu kueri tipikal pada model GPT-4o milik OpenAI mengonsumsi listrik sebesar 0,3 watt-jam.

Epoch AI mencatat bahwa angka tersebut 10 kali lebih rendah dibandingkan estimasi 3 watt-jam yang selama ini sering diklaim dibutuhkan untuk satu permintaan chatbot.

Perkiraan Epoch AI ini didasarkan pada asumsi mengenai dua variabel, yaitu spesifikasi perangkat keras yang menjalankan GPT-4o dan durasi waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan respons standar. Kueri dengan jawaban yang lebih panjang tentu akan membutuhkan energi yang jauh lebih besar.

Adapun angka 3 watt-jam listrik yang sering dikutip sebagai konsumsi energi per satu permintaan ChatGPT sejatinya berasal dari analisis makalah karya Alex de Vries yang diterbitkan di jurnal Joule pada tahun 2023. Namun, tidak ada informasi pembaruan mengenai perubahan konsumsi energi ChatGPT per permintaan sejak tahun tersebut.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Raja Internet Masih Bertahan Walau Banyak Pemain Baru, Ini Buktinya


Most Popular
Features