Sumber Duit Baru Indosat Laku Keras, 9 Bulan Tembus Rp 900 Miliar

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
30 October 2026 19:10
Indosat
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis AI Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus berkembang pesat. Pendapatannya naik hampir dua kali lipat dalam setahun terakhir.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Indosat mencatatkan pendapatan AI Cloud sebesar US$50 juta atau Rp 906 miliar selama sembilan bulan tahun 2026. Angka itu naik dari US$28 juta (Rp 508,2 miliar) sepanjang 2025 lalu.

Sementara pada paruh pertama 2026, pendapatan mencapai US$33 juta (Rp 599 miliar). Pihak perusahaan memperkirakan menutup tahun ini dengan mengantongi US$100 juta (Rp 1,8 triliun) dari bisnis AI.

Laporan itu juga menyebutkan pendapatan tahunan berdasarkan kontrak mulai 2027 mencapai lebih dari US$300 juta (Rp 5,4 triliun).

Indosat bakal memiliki kapasitas komputasi AI pada semester pertama tahun 2027 sebesar 200 MW. Fasilitas pinjaman berjangka hingga US$3,1 miliar (Rp 56,2 triliun) sebagai dukungan ekspansi infrastruktur AI tahap awal 100 MW.

Pihak perusahaan menjelaskan pula soal kehadiran Indosat Intelligence Suite, yang disebut menghadirkan kecerdasan untuk smeua pihak dan membuka sumber pendapatan baru.

Platform ini mengintegrasikan lebih dari 300 model AI. Penggunanya adalah bank, perusahaan asuransi, e-commerce, telekomunikasi dan pemenerintah.

Sementara penyedia model berasal dari global dan laboratorium open-source. Untuk mitra, adalah operator telko, penyedia GPUaaS dan platform yang menjual kembali token AI.

Secara keseluruhan, revenue Indosat selama sembilan bulan tahujn 2026 menyentuh Rp 45,8 triliun, naik 11% dari tahun sebelumnya. Ebitda sebesar Rp 21,1 triliun, bertambah 9% dari tahun sebelumnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI


Most Popular
Features