Pakar Ungkap Alasan Layar iPhone Duo Retak Padahal Harganya Rp 75 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah laporan mengenai kerusakan layar menyasar iPhone Duo yang baru saja diluncurkan. Masalah ini tergolong cukup serius, mengingat harga ponsel lipat pertama garapan Apple tersebut tidak murah, yang termahal mencapai Rp75 juta di Indonesia.
Beberapa laporan mengungkapkan layar bagian dalam iPhone Duo retak di sepanjang lipatan engsel. Selain itu, muncul pula garis pada sisi kanan layar.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Teknisi dari iFixit, Shahram Mokhtari, mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Menurutnya, kemungkinan besar masalah ini disebabkan komponen engsel.
Engsel ponsel lipat berisi rangkaian roda gigi, pegas, dan sambungan. Seluruh komponen ini bekerja untuk memastikan perangkat terlipat rapat secara rata sekaligus menciptakan ruang yang pas bagi layar.
Namun, permasalahan timbul karena layar bagian dalam tertekan oleh komponen engsel. Mokhtari menjelaskan, adanya tonjolan logam tajam yang menyentuh layar menyebabkan lapisan tersebut retak.
Kerusakan pada bagian batang penyangga membuat komponen tersebut tidak turun saat ponsel terlipat. Akibatnya, terjadi benturan dan tekanan fisik langsung ke layar, sebagaimana dikutip dari The Verge, Rabu (28/10/2026).
Penjelasan teknis ini sejalan dengan beberapa kasus kerusakan layar iPhone Duo di lapangan, termasuk temuan YouTuber CuriousHagi yang mendapati engsel penghubung ke batang bagian tengah telah patah.
Meski demikian, Mokhtari meyakini Apple akan mengambil pelajaran berharga dari debut ponsel lipatnya ini. Para engineer diperkirakan bakal mengumpulkan data terkait engsel tersebut dan mendesain ulang komponennya untuk generasi berikutnya.
Pihak Apple sendiri telah menyadari adanya masalah ini, meski tidak membeberkan detail teknis penyebab kerusakan layar iPhone Duo.
Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut hanya mengklaim bahwa dampak masalah ini hanya terjadi pada sebagian kecil unit iPhone Duo. Apple tidak menarik perangkat yang telah beredar dari pasar, melainkan menjanjikan unit pengganti baru bagi konsumen yang terdampak.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]