Lembaga Keuangan Diserang, Sekuritas Sampai Kripto Bobol
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan siber melanda dunia keuangan Korea Selatan. Tiga lembaga keuangan sekaligus dikabarkan dibobol, data pelanggan dikhawatirkan bocor, dan gelombang peretasan ini terus menyebar ke berbagai perusahaan.
Reuters melaporkan identitas tiga lembaga keuangan yang mengaku ada peretasan di sistemnya adalah Bithumb, Daishin Securites, dan Mirae Asset Global Investment.
Bursa aset kripto Bithumb mengonfirmasi sistem seluler miliknya diretas dan informasi pribadi pengguna dikabarkan telah terekspos. Pihak manajemen sedang menyelidiki seberapa luas data yang bocor dan apakah data anggota ikut terserap. Perusahaan sekuritas Daishin Securities melaporkan sekitar 38.000 data nasabah diketahui bocor. Langkah darurat segera diambil untuk mengamankan sistem dan memantau aktivitas mencurigakan.
Terakhir, manajer investasi Mirae Asset Global Investments juga membenarkan terjadinya insiden peretasan. Pihak berwenang kini sedang menelaah dampak dan lingkup kejadian tersebut.
Ketiga insiden ini bukan kejadian terpisah. Sebelumnya, Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan telah mengumumkan bahwa 16 perusahaan keuangan, termasuk bank-bank besar, telah mengalami serangan siber. Jumlah data yang dikabarkan bocor mencapai sekitar 100.000 catatan nasabah dan terus bertambah.
Jenis data yang bocor termasuk data pribadi, nomor HP, dan data transaksi. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. Lembaga yang terekspos telah mengubah password dan memblokir akses mencurigakan.
Pada saat yang sama, Kementerian Sains dan Badan Keamanan Internet Korea telah merilis peringatan darurat untuk semua pengelola website di Korsel terkait kerentanan PHP2Shell. Celah ini memungkinkan peretas menjalankan perintah berbahaya langsung di server tanpa perlu masuk atau memiliki akun resmi.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]