Perusahaan Rugi IPO, Ecommerce Raksasa Kaya Raya Bareng Google
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat perusahaan kecerdasan buatan Anthropic melantai di bursa saham, para investor awal memang meraup keuntungan miliaran dolar. Namun pihak yang paling besar untungnya justru bukan pendiri maupun VC, melainkan raksasa teknologi yang juga menjadi mitra bisnisnya - Amazon dan Google.
Anthropic ingin melantai di bursa dengan valuasi mencapai US$ 965 miliar. Namun, perusahaan AI itu belum mencetak laba dan justru mencatat kerugian besar akibat lonjakan nilai utang yang harus dibayarkan kepada Amazon. Beban tersebut berupa penyesuaian nilai wajar utang yang mencapai US$ 72,4 miliar hanya pada paruh pertama tahun 2026, meskipun itu bukan dalam bentuk uang tunai.
Amazon adalah pihak yang paling besar keuntungannya dari pencatatan ini, dengan obligasi konversi US$ 6,2 miliar. Berdasarkan valuasi IPO Anthropic, nilai pokok obligasi konversi yang dipegang Amazon mencapai US$ 97,9 miliar. Anthropic juga berkomitmen belanja di layanan cloud Amazon selama 10 tahun dengan nilai minimal US$ 110 miliar.
Surat utang itu dapat dikonversi menjadi saham hingga batas kepemilikan 12%. Artinya, dari modal yang ditanam, Amazon kini memegang saham bernama puluhan miliar dolar sekaligus mendapat jaminan pendapatan layanan cloud yang jauh lebih besar lagi.
Google juga memperoleh keuntungan serupa karena memegang saham sekitar 5,6% setelah terdilusi, nilainya miliaran dolar. Anthropic juga berkomitmen membelanjakan US$ 114 miliar hingga 2023 untuk layanan Google Cloud.
Berbeda dengan pencatatan perusahaan teknologi biasa, tidak ada satu pun VC yang memegang saham 5% atau lebih. Saham mereka nilainya besar dalam angka mutlak, tetapi persentasenya kecil karena perusahaan sudah bernilai ratusan miliar dolar sejak awal.
"Kisah ini menunjukkan bahwa pemain terbesar justru adalah mitra strategis yang sekaligus pemasok daya komputasi. Mereka untung dua kali, naiknya nilai saham dan pendapatan berkelanjutan dari layanan awan," tulis TechCrunch.
Dokumen pencatatan juga memperingatkan bahwa raksasa awan ini juga mengembangkan produk kecerdasan buatan pesaing. Artinya, pihak yang paling besar untungnya juga bisa menjadi pesaing terberat Anthropic di masa depan.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]