Antrean Sepi iPhone Duo Harga Rp 75 Juta, Ternyata Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Apple resmi merilis ponsel lipat perdananya, iPhone Duo, secara global pada Jumat (23/10) lalu. Peminat di beberapa negara sudah bisa langsung membelinya di toko resmi Apple Store. Sementara itu, peminat di Tanah Air masih harus sabar menunggu hingga 30 Oktober mendatang.
Di Indonesia, iPhone Duo dijual secara resmi melalui saluran distributor resmi, termasuk iBox dan Digimap. Pemesanan awal (pre-order) sudah dibuka sejak pekan lalu dan kabarnya stok langsung ludes.
Selain peminat yang membludak, stok iPhone Duo juga dibatasi, sehingga tak banyak yang berkesempatan mengamankan iPhone lipat pertama Apple tersebut. Adapun harga di Indonesia tembus angka Rp75 juta.
Menurut laporan Reuters, Senin (26/10/2026), peluncuran iPhone Duo justru diwarnai suasana yang cenderung lebih sepi dibandingkan hajatan besar iPhone sebelum-sebelumnya.
Pantauan Reuters dari Singapura, Shanghai, London, hingga San Francisco menunjukkan permintaan konsumen sejatinya tetap kuat. Namun, akibat diterapkannya kebijakan pembatasan jatah penjualan, pemandangan antrean mengular antarpulau hingga aksi kemah semalaman yang menjadi 'tradisi' peluncuran produk Apple kini makin langka terlihat.
Kehadiran iPhone Duo sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi sang CEO anyar Apple, John Ternus. Mantan bos hardware yang baru menduduki kursi nomor satu Apple pada September lalu ini langsung diuji apakah mampu merevolusi pasar ponsel lipat, layaknya gebrakan iPhone pertama saat mengubah peta industri smartphone dunia.
Pasar merespons cepat. Hanya dalam hitungan menit setelah keran pre-order dibuka pekan lalu, estimasi pengiriman iPhone Duo langsung mundur hingga akhir Januari 2027 akibat lonjakan pemesanan yang tak seimbang dengan pasokan. Pihak Apple sendiri melabeli antusiasme pasar ini sebagai pencapaian yang "sangat luar biasa".
Guna meredam reseller, Apple membatasi pembelian maksimal dua unit per pelanggan. Bahkan di beberapa negara kunci seperti China, Prancis, Hong Kong, India, dan Japan, unit hanya diprioritaskan bagi konsumen yang telah melakukan pemesanan via online.
Ulasan Positif dan Negatif dari Pasar dan Pengamat
Langkah Apple merambah ke segmen HP lipat dinilai bakal mengubah dinamika industri secara dramatis. Lembaga riset pasar IDC memproyeksikan Apple bakal langsung mencaplok 44% nilai pasar foldable global pada 2026 dengan porsi pengiriman unit 31%, sebelum akhirnya bertengger sebagai raja pasar ponsel lipat dunia pada 2027.
Meski begitu, respons awal dari para pengulas teknologi cenderung bervariasi:
- Desain dan Engsel: Diapresiasi tinggi karena engselnya yang sangat kokoh dan lipatan layar (crease) yang hampir tak kasat mata, memangkas masalah utama yang selama ini membayangi kompetitor seperti Samsung dan Huawei.
- Kamera dan Aplikasi: Sayangnya, absennya lensa telefoto serta masih banyaknya aplikasi pihak ketiga yang belum optimal untuk rasio layar baru membuat sebagian pembeli harus berpikir dua kali.
- Kepraktisan: Saat dilipat, ukurannya dinilai agak kurang praktis untuk menunjang aktivitas harian yang serba cepat.
Pengamat Apple terkemuka John Gruber menyebutkan bahwa memakai iPhone Duo rasanya seperti menggenggam prototipe yang sangat dipoles, bukan produk akhir yang ideal untuk dipakai harian. Sementara reviewer kondang Marques Brownlee menilai ponsel ini kurang cocok bagi pengguna awam, kecuali bagi mereka yang tak memusingkan dana US$2.000 (Rp36,2 jutaan) demi menjajal sensasi ponsel lipat premium.
Harga iPhone Duo di Indonesia
Seperti yang sudah-sudah, seri iPhone baru yang masuk ke Indonesia biasanya dipatok harga lebih mahal ketimbang harga global, karena ada bea masuk yang harus ditebus. Berikut daftar harga iPhone Duo yang tersedia di Indonesia:
iPhone Duo 256 GB: Rp 45.678.910
iPhone Duo 512 GB: Rp 51.999.000
iPhone Duo 1 TB: Rp 61.999.000
iPhone Duo 2 TB: Rp 75.999.000
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]