Pemilik Instagram dan WhatsApp Dihukum Denda Rp 451 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan New Mexico menjatuhkan denda US$25 miliar (Rp 451 triliun) kepada Meta atas kasus Cambridge Analytica. Keputusan ini setelah para juri menyebut perusahaan bersalah dan disebut menyesatkan soal cara melindungi dan mengumpulkan data pengguna serta mencegah informasi berbahaya di layanan milik Meta.
Para juri juga menyebutkan lebih dari 43 juta pelanggaran Meta yang dilakukan pada aturan praktik tidak adil di negara bagian tersebut. Setiap pelanggaran dikenakan sanksi perdata hingga US$5.000 (Rp 90,3 juta).
Untuk keputusan akhir tetap berada di tangan hakim, yang akhirnya memutuskan menjatuhkan denda sebesar US$25 miliar. Hakim Francis Mathew juga mengatakan bunga atas denda sebesar 15% setiap tahun hingga denda dilunasi semuanya.
Dalam keterangannya, Jaksa Agung New Mexico Raul Torrez menilai hukuman itu menunjukkan pelanggaran akan membawa konsekuensi yang nyata.
"Terlalu lama, perusahaan teknologi yang berpengaruh beroperasi seolah-olaha ukuran dana pengaruh menempatkan mereka di luar jangkauan hukum," kata Torrez, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (22/10/2026). "Perintah hukuman menunjukkan pelanggaran tersebut membawa konsekuensi nyata."
Di sisi lain, kepala bagian hukum Meta, CJ Mahoney mengkritik hukuman yang dijatuhkan pengadilan. Bahkan menyebut akan sulit berbisnis di negara bagian itu.
Namun dia meyakini Meta akan menang dalam upaya banding yang dilakukan.
"Gugatan ini berupaya mengenakan pajak pada kebebasan berbicara untuk menegakkan aturan baru mengenai apa yang bisa dikatakan orang secara online," kata Mahoney.
Skandal Cambridge Analytica terbongkar pada 2018. Firma konsultan politik itu diduga mengakses informasi 87 juta pengguna Facebook.
Data didapatkan melalui kuis yang didesain untuk mengetahui kepribadian pengguna. Namun tak hanya data pengguna yang mengikuti kuis, data teman-teman mereka juga ikut dipanen oleh perusahaan.
Skandal itu memicu banyak investigasi terhadap Facebook di banyak negara.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]