Manusia Rp 3.500 Triliun Bersyukur Bayar Pajak Rp 144,3 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Jensen Huang, bos Nvidia dengan kekayaan US$188,1 miliar (Rp 3.389 triliun) mengaku takut miskin. Namun di sisi lain, dia mengatakan tak masalah harus membayar pajak yang tinggi.
Ini diungkapkannya di tengah polemik kebijakan California untuk memajaki mereka yang masuk dalam kalangan super kaya. Wilayah itu diketahui menjadi rumah bagi puluhan pengusaha yang mengantongi miliaran dolar.
Huang yang merupakan warga California setidaknya harus membayar US$8 miliar (Rp 144,3 triliun). Besaran pajak itu, dia mengatakan konsekuensi dari pendapatannya yang juga besar.
"Saya tidak keberatan membayar pajak. Makin banyak penghasilan Anda, makin banyak pajak yang Anda bayarkan. Saya tidak masalah dengan itu," kata Huang dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (22/10/2026).
Bos raksasa chip itu mengatakan dirinya adalah perwujudan American Dream merujuk pada gagasan kesempatan semua orang meraih kesuksesan di AS. Kesuksesannya ini tidak bisa terjadi tanpa kesempatan yang diberikan Amerika kepadanya.
Termasuk kesempatannya untuk bisa bersekolah tinggi, menciptakan perusahaan, mengejar mimpi dan bertemu orang-orang yang bisa mewujudkan keinginannya.
Jika bisa membayar pajak sebesar US$8 miliar, ini jadi hak istimewa baginya. Kembali dia menegaskan tak takut membayar pajak, dan yang dirinya takutkan hanya menjadi miskin.
"Fakta jika saya mampu membayar pajak US$8 miliar selama 5 tahun adalah hak istimewa. Saya tidak takut membayar pajak. Saya hanya takut menjadi miskin," jelasnya.
Namun tak semua sepemikiran dengan Huang. Banyak orang superkaya protes dengan kebijakan pajak satu kali sebesar 5% untuk mereka yang memiliki aset di atas US$1 miliar.
Beberapa dari mereka memilih untuk meninggalkan California. Sementara pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin memindahkan entitas bisnisnya ke Florida dan Nevada.
Selain itu ada juga Mantan CEO Uber Travis Kalanick mengubah alamatnya ke Austin.