Bos Kripto Ditangkap Bawa Tiga Pistol dan Empat Senapan
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri proyek kripto Hex, PulseChain dan PulseX, Richard Heart dilaporkan ditangkap oleh pihak berwenang Turki. Sebelumnya, dia sempat masuk dalam daftar buron karena melakukan penipuan kripto internasional.
Dia ditangkap bersama istrinya yang diidentifikasi sebagai AK di Istanbul. Sejumlah barang dikabarkan disita saat penangkapan.
Stasiun televisi TV100 melaporkan barang sitaan berupa uang tunai US$4 juta (Rp 72,1 miliar), 64 jam tangan mewah, perhiasan, senjata api, dan peralatan penambangan kripto. Sementara itu, ada juga yang menyebut temuan US$600.000 (Rp 10,8 miliar), 24 jam tangan, 20 gelang emas, tiga pistol, dan empat senapan.
Kantor berita Ihlas (IHA) mencatat ponsel, laptop, kartu grafis, senjata api, dua drone, serta gelang emas. Terakhir adalah uang tunai dalam beberapa mata uang tanpa menyebut totalnya.
Sejauh ini belum ada daftar resmi yang dipublikasikan.
Termasuk belum ada pernyataan resmi dari kepolisian dan pihak berwenang Turki serta perusahaan yang dimiliki pria bernama asli Richard James Schueler terkait penangkapan ini.
IHA mengaitkannya operasi ini dengan red notice Interpol yang diminta atas permintaan Finlandia pada 2024 lalu. Saat itu, pihak berwenang setempat telah menahannya in absentia.
Heart disebut melakukan berbagai kejahatan. Mulai dari penggelapan pajak 2020-2024 hingga penyerangan remaja 16 tahun pada Februari 2021, dikutip dari Yahoo News, Jumat (16/10/2026). Sementara itu Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) juga menuduh aksi penggelapan yang dilakukan Heart sebesar US$1,5 miliar (Rp 27 triliun). Pada 2023, lembaga itu mengatakan Heart dan tiga entitas yang dimilikinya mengumpulkan lebih dari US$1 miliar (Rp 18 triliun) aset kripto dari investor dan menuding melakukan penyalahgunaan US$12 juta (Rp 216,2 miliar)
Namun kasus itu ditolak oleh Hakim Carol Bagley Amon pada Februari 2025. Alasannya karena kurangnya yurisdiksi. Dia juga mengatakan diduga bahwa penggelapan terjadi lewat dompet dan platform, serta tidak terkait dengan AS. Kemudian SEC mengatakan tidak akan mengajukan gugatan lagi dan berkas pengadilan telah ditutup pada Mei 2025.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]