Investor Data Center Disuruh Bayar Jatah Warga Lokal
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta perusahaan pusat data (data center) memberikan dividen kepada masyarakat lokal untuk mendapat dukungan atas pembangunan fasilitas tersebut.
Trump mengatakan, perusahaan dapat membayar masyarakat atau individu di sekitar lokasi pembangunan sebagai kompensasi atas keberadaan data center yang membutuhkan investasi besar.
"Saya telah mengamati proses ini dengan saksama. Pusat data yang awalnya sangat tidak populer di suatu wilayah menjadi sangat populer ketika kesepakatan finansial tercapai. BUAT KESEPAKATAN dan bangun pusat datanya!!! SANGAT BAIK UNTUK AS," tulis Trump melalui Truth Social, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (22/10/2026).
Usulan ini muncul di tengah meningkatnya penolakan masyarakat terhadap pembangunan pusat data, terutama karena dampaknya terhadap lingkungan, konsumsi air, dan kebutuhan listrik. Sejumlah negara bagian AS bahkan mempertimbangkan moratorium pembangunan fasilitas tersebut.
Chief Revenue Officer perusahaan infrastruktur AI Nebius, Marc Boroditsky, mengatakan pihaknya terbuka terhadap gagasan menyalurkan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
"Dividen dibayarkan dalam berbagai bentuk, seperti investasi di bidang pendidikan, pengembangan lapangan kerja, dan pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Gagasan yang disampaikan presiden bukanlah sesuatu yang gila untuk dipertimbangkan," ujar Boroditsky.
Menurut dia, masyarakat selama ini telah menerima manfaat dari penerimaan pajak yang dihasilkan data center. Namun, perusahaan juga dapat mempertimbangkan skema lain agar keuntungan ekonomi mengalir lebih langsung kepada warga setempat.
Selain dukungan masyarakat, ketersediaan listrik menjadi tantangan besar bagi industri data center. Jaringan listrik di AS dan Eropa menghadapi tekanan akibat meningkatnya permintaan energi dari fasilitas pusat data dan pengguna listrik skala besar lainnya.
Trump juga meminta agar pusat data baru berskala besar untuk menyediakan pasokan listrik sendiri dan menyalurkan kelebihan energi ke masyarakat atau jaringan listrik.
Dalam unggahannya, Trump menilai langkah tersebut dapat mencegah kenaikan harga listrik, bahkan berpotensi menurunkannya secara signifikan.
Meski demikian, sejumlah pakar memperingatkan bahwa lonjakan pembangunan infrastruktur AI pada akhirnya dapat meningkatkan biaya listrik. Perusahaan data center juga menghadapi tekanan pendanaan karena pembangunan fasilitas ini makin mahal dan mendorong penggunaan pembiayaan utang.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]