Cuaca Panas Mendidih Hantam RI, BMKG Warning Karhutla Makin Parah
Jakarta, CNBC Indonesia - Cuaca panas terik dirasakan sebagian besar masyarakat Indonesia belakangan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomenal ini dipicu oleh fenomena iklim El Niño kategori sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) Positif yang masih berlangsung.
Anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 tercatat mencapai +3,33°C, sementara indeks IOD dasarian berada di angka +0,703. Kombinasi kedua fenomena ini menekan pertumbuhan awan hujan sehingga mayoritas wilayah Indonesia berada dalam kondisi kering.
Minimnya hujan memperparah risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Per 14 Oktober 2026, BMKG mendeteksi 1.297 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia. Berikut perinciannya dikutip dari situs resmi BMKG, Jumat (15/10/2026):
- Sumatra: 505 titik
- Kalimantan: 346 titik
- Papua & Maluku: 330 titik
- Sulawesi: 66 titik
- Nusa Tenggara: 38 titik
- Jawa: 12 titik
Pengamatan satelit Himawari per 15 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB mengonfirmasi bahwa sebaran asap dari karhutla ini telah menyelimuti sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Suhu Maksimum Tembus 38°C
Selain karhutla, masyarakat juga dikeluhkan oleh lonjakan suhu udara. BMKG mencatat suhu maksimum di atas 37°C pada 12-13 Oktober 2026 di beberapa wilayah, antara lain:
- Lampung: 38,2°C
- Jawa Barat: 37,8°C
- Jawa Tengah: 37,8°C
- Papua Selatan: 37,4°C
- Kalimantan Selatan: 37,4°C
Penyebab utamanya adalah posisi semu matahari yang kini berada di selatan ekuator serta tutupan awan yang minim, sehingga radiasi matahari menyengat permukaan bumi secara optimal.
Peluang Hujan Lokal dan Peringatan Dini Sepekan Ke Depan
Meski 76% Zona Musim (ZOM) masih dilanda kemarau, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat masih terjadi secara lokal akibat dinamika gelombang atmosfer seperti MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin.
Berikut prakiraan dan peringatan dini cuaca untuk sepekan ke depan:
- Periode 16-18 Oktober 2026
- Hujan Sedang: Aceh, Riau, Kep. Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
- Status Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat): Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kep. Bangka Belitung, Papua Barat Daya, dan Papua.
- Potensi Angin Kencang: Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
- Periode 19-22 Oktober 2026
- Hujan Sedang: Sumatra Utara, Riau, Kep. Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
- Status Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat): Aceh dan Sumatra Barat.
- Potensi Angin Kencang: Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Papua Selatan.
Imbauan BMKG
Menghadapi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Proteksi Diri: Menggunakan tabir surya (sunscreen) dan menjaga konsumsi air agar terhindar dari dehirasi saat beraktivitas di luar ruangan.
- Cegah Karhutla & Hemat Air: Bijak menggunakan air bersih serta tidak melakukan pembakaran sampah atau pembukaan lahan secara sembarangan, khususnya di lahan gambut dan semak belukar.
- Waspada Cuaca Ekstrem: Tetap mewaspadai potensi genangan, tanah longsor, dan sambaran petir di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat lokal.