Benarkah Pengujian Data Center Bisa Bikin Listrik Padam?
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah informasi yang beredar di media online menyebutkan bahwa uji coba beban (stress test) data center menjadi penyebab mati listrik di Batam selama dua hari, yakni pada 12-13 Oktober 2026 lalu. Namun, benarkah demikian?
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran informasi tersebut.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO), Hendra Kusuma, menjelaskan bahwa pengujian beban (stress test) berskala besar pada data center memang berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan. Hal tersebut dapat terjadi apabila pengujian tidak direncanakan, dikoordinasikan, dan dikendalikan dengan baik.
"Namun, bukan berarti setiap stress test data center akan menyebabkan pemadaman listrik di satu kota," ujar Hendra kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengujian beban menggunakan load bank merupakan bagian dari proses commissioning, yaitu tahap pengujian sebelum fasilitas beroperasi secara penuh. Tujuannya adalah memastikan sistem kelistrikan, Uninterruptible Power Supply (UPS), generator cadangan, hingga sistem pendingin dapat bekerja secara andal dalam berbagai kondisi.
Lebih lanjut, Hendra menyebut bahwa besaran kapasitas data center tidak serta-merta menentukan potensi gangguan pada jaringan listrik. Gangguan umumnya dipicu oleh perubahan beban secara mendadak, karakteristik sistem kelistrikan setempat, serta ketersediaan cadangan daya.
"Pada sistem kelistrikan dengan kapasitas dan interkoneksi yang relatif terbatas, perubahan beban yang besar memang memerlukan perhatian khusus. Dalam kondisi tertentu, gangguan dapat meluas menjadi pemadaman apabila terjadi ketidakseimbangan daya, fluktuasi tegangan atau frekuensi, serta mekanisme proteksi sistem yang gagal membatasi dampaknya," terangnya.
Kendati demikian, Hendra menegaskan bahwa masih diperlukan bukti teknis terverifikasi untuk memastikan apakah mati listrik di Batam awal pekan lalu benar-benar dipicu oleh stress test data center. Apalagi, temuan awal dari PLN mengindikasikan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh hewan liar.
"Oleh karena itu, IDPRO tidak ingin berspekulasi atau mengaitkan pemadaman tersebut dengan aktivitas data center tertentu tanpa adanya bukti yang memadai," tegasnya.
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pengembangan Data Center
Hendra juga membeberkan sejumlah poin krusial yang wajib dipastikan dalam pembangunan dan pengujian data center berskala besar agar tidak mengganggu jaringan listrik umum:
-
Koordinasi Pengujian Beban: Pengujian beban yang berpotensi memengaruhi jaringan wajib dikoordinasikan secara matang dengan penyedia listrik. Hal ini mencakup pengaturan tahapan pengujian, besaran perubahan beban, hingga kesiapan sistem kelistrikan.
-
Kajian Teknis Mendalam: Perlu dilakukan studi dampak penambahan beban besar, termasuk analisis aliran daya, stabilitas tegangan dan frekuensi, koordinasi sistem proteksi, serta simulasi skenario gangguan yang mungkin terjadi.
-
Pengembangan Infrastruktur Listrik: Penyiapan kapasitas pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi, serta cadangan sistem harus berjalan seimbang dengan peningkatan kebutuhan energi dari data center.
-
Mekanisme Operasional yang Kuat: Diperlukan saluran komunikasi dan koordinasi operasional yang solid antara pengembang data center dan operator sistem kelistrikan, khususnya saat tahap commissioning dan pengujian berdampak signifikan.
"Prinsip IDPRO jelas, data center harus dibangun dan dioperasikan dengan standar keandalan yang tinggi. Bukan hanya untuk melindungi operasionalnya sendiri, tetapi juga agar tidak menimbulkan risiko yang merugikan bagi sistem kelistrikan dan masyarakat," pungkas Hendra.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]