Awal Musim Hujan di RI Datang Terlambat, Begini Penjelasan BMKG

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
13 October 2026 11:55
Pengendara sepeda motor berteduh saat hujan di bawa Jalan Tol Pondok Pinang-Taman Mini di Kawasan Fatmawati, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Pengendara sepeda motor berteduh di bawa Jalan Tol Pondok Pinang-Taman Mini di Kawasan Fatmawati, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa awal musim hujan akan datang secara bertahap.

"Awal musim hujan 2026/2027 terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim atau 24,66% dari luas daratan Indonesia," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).

Baru pada bulan Desember, musim hujan akan meluas ke berbagai wilayah lain. Sebanyak 266 zona musim atau 17,31% wilayah akan memasuki musim hujan.

Musim hujan 2026/2027 juga disebut lebih lambat dibandingkan dengan kondisi normal pada periode 1991-2020. Kondisi ini berpotensi membuat masa kemarau di sejumlah daerah berlangsung lebih panjang dari biasanya.

"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu terjadi di 529 zona musim atau 61,08% dari luas daratan Indonesia," ujar Faisal.

Tak hanya itu, puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada waktu yang berbeda-beda, tersebar mulai akhir tahun 2026 hingga awal tahun 2027 mendatang.

"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026, yaitu di 155 zona musim atau 36,94% dari luas daratan Indonesia. Puncak musim hujan berikutnya terjadi pada Januari 2027 di 162 zona musim atau 25,68% dari luas daratan Indonesia, dan disusul pada bulan Februari 2027 di 190 zona musim atau 16,79% dari luas daratan Indonesia," kata Faisal.

Perbedaan ini membuat kesiapan di setiap daerah perlu disesuaikan dengan karakteristik musimnya masing-masing. Hal ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mengelola pasokan air tambahan setelah melewati masa kemarau.

"Perlu digarisbawahi bersama bahwa musim hujan juga menghadirkan berbagai peluang yang dapat dioptimalkan, seperti mendukung perluasan area tanam dan kesempatan untuk mengisi kembali kapasitas waduk serta bendungan yang sempat surut akibat musim kemarau panjang," ujar Faisal.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Wilayah RI yang Turun Hujan Lebat Hingga 15 Oktober Menurut BMKG


Most Popular
Features