Musim Hujan Mundur, Ini Prediksi BMKG Kapan Puncaknya di Wilayah RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 569 Zona Musim (ZOM) atau 61,08% wilayah Indonesia bakal mengalami awal musim hujan yang mundur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan fenomena intensitas El Nino yang menguat dan Indian Oceon Dipole (IOD) di samudera sekitar Indonesia membuat curah hujan berkurang.
"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (23/9/2026).
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan awal musim hujan di Indonesia bakal terjadi tidak bersamaan. Sebanyak 185 ZOM/24,66% akan mulai pada November dan 266 ZOM/17,31% bulan Desember mendatang.
Dibandingkan rerata klimatologisnya, 529 ZOM atau 61,08% luas daratan Indonesia mengalami musim hujan yang mundur. Sementara 11 ZOM/1,12% akan mengalami musim hujan lebih cepat dan sama sebanyak 26 ZOM/2,15%.
"Meski diprediksi lebih singkat, musim hujan 2026/2027 umumnya bersifat normal pada 510 ZOM (69,76% luas daratan Indonesia). Perlu menjadi perhatian bagi 147 ZOM (18,55% luas daratan Indonesia) karena sifatnya hujannya lebih basah serta hanya 42 ZOM (11,69%) diprediksi akan bersifat bawah normal atau lebih kering," jelasnya.
Berikut daerah yang akan mengalami musim hujan pada November 2026:
- Sumatra
- sebagian Jawa
- sebagian Kalimantan
- sebagian Bali
- sebagian NTB
- sebagian kecil NTT
- sebagian Sulawesi
- sebagian Maluku Utara
- sebagian Maluku
- Papua Barat bagian utara
- sebagian Papua Selatan
Sementara untuk bulan Desember 2026, berikut wilayahnya:
- sebagian Lampung
- sebagian besar Jawa
- sebagian Kalimantan Selatan (Kalsel)
- sebagian besar Bali
- sebagian besar NTB
- sebagian besar NTT
- sebagian besar Sulawesi
- sebagian Malut
- sebagian Maluku
- Papua Selatan bagian selatan
Puncak Musim Hujan di RI
BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia (155 ZOM/36.94%) akan mengalami puncak musim hujan 2026/2027. Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 162 ZOM/25.68% dan 190 ZOM/16,79% baru akan merasakan puncak musim hujan bulan Februari mendatang.
Pada 2026/2027, durasi musim hujan di Indonesia akan lebih pendek dari normalnya untuk 482 ZOM/51,90%. Sementara itu sebanyak 60 ZOM/8,58% akan mengalami musim hujan lebih panjang dari normal.
Pada 40 ZOM/5,06% diprediksi mengalami musim hujan sama dengan normalnya di tahun 2026/2027 ini.
Berikut daftar wilayah yang mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026:
- sebagian besar Sumatera
- sebagian besar Kalimantan
- sebagian Sulawesi Utara
- pesisir selatan Gorontalo
- sebagian kecil Sulawesi Tengah
- sebagian besar Sulawesi Barat
- sebagian kecil Maluku
- Papua Barat Daya bagian barat
- sebagian kecil Papua Barat
- Papua bagian utara
- Papua Tengah bagian timur
- Papua Selatan bagian barat.
Puncak musim hujan pada Januari 2027 akan terjadi pada wilayah sebagai berikut:
- Riau bagian selatan
- Kepulauan Riau bagian tengah
- sebagian kecil Jambi
- Bengkulu bagian utara
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatera Selatan bagian barat
- Lampung bagian utara
- sebagian Jawa
- Bali bagian tengah
- NTB bagian barat
- sebagian NTT
- sebagian Kalimantan Barat
- sebagian besar Kalimantan Tengah
- sebagian kecil Kalimantan Timur
- sebagian Kalimantan Selatan
- sebagian Sulawesi
- sebagian kecil Maluku Utara
- Maluku bagian barat
- sebagian Pulau Papua
Ini daftar wilayah dengan musim puncak hujan bulan Februari 2027 mendatang:
- Lampung bagian tengah
- sebagian besar Jawa
- sebagian besar Bali
- sebagian NTB
- sebagian besar NTT
- Sulawesi Barat bagian selatan
- sebagian Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara bagian selatan
sebagian Maluku - sebagian besar Pulau Papua