CCTV di Kandang Ayam Berubah Jadi Senjata Perang, Kok Bisa?

Redaksi,  CNBC Indonesia
12 October 2026 21:00
Sebuah rekaman CCTV yang diperoleh Reuters menunjukkan saat orang-orang bersenjata keluar dari kendaraan dan menyerbu bar serta melepaskan tembakan setelah meninggalkan tempat itu. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Foto: Sebuah rekaman CCTV yang diperoleh Reuters menunjukkan saat orang-orang bersenjata keluar dari kendaraan dan menyerbu bar serta melepaskan tembakan setelah meninggalkan tempat itu. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang modern kini memanfaatkan celah yang tak terduga. Kamera keamanan sipil (CCTV) yang terhubung ke internet, mulai dari bel pintu pintar hingga pemantau bayi (baby monitor), ini berubah fungsi menjadi alat spionase garda depan, membentang dari Teheran, Tel Aviv, hingga Kyiv.

Laporan intelijen Belanda (AIVD dan MIVD) mengungkap bahwa Rusia secara sistematis menyadap tayangan CCTV sipil di seluruh Eropa dan Ukraina.

Peretas intelijen menggunakan software pengenal gambar (image recognition) berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengendus pergerakan kendaraan militer dan pengiriman pasokan senjata menuju Ukraina. Di dalam wilayah Ukraina sendiri, akses CCTV ilegal ini dimanfaatkan musuh untuk melacak posisi pasukan sebelum melancarkan serangan rudal dan drone.

Data konsultan keamanan siber S-RM yang dikutip The Wall Street Journal mencatat, ada sekitar 1,2 miliar kamera di seluruh dunia yang terhubung ke internet. Badan intelijen membobol kamera-kamera ini menggunakan alat otomatis untuk meretas jutaan kata sandi, lalu memanfaatkan AI untuk menguji dan menganalisis video dalam skala besar, dikutip dari Yahoo News berdasarkan laporan Wall Street Journal, Senin (12/10/2026).

Perang Mata-Mata Iran vs Israel

Taktik menjadikan CCTV sebagai 'pos pengintai' juga berkobar di Timur Tengah. Di Israel, kelompok yang terafiliasi dengan Iran dilaporkan berhasil meretas lebih dari 250 kamera yang tergolong sensitif bagi keamanan nasional, termasuk pembaca pelat nomor otomatis hingga CCTV di dekat pos militer sepanjang perbatasan Lebanon.

"Iran mengubah kamera-kamera yang terekspos ini menjadi pos pengintai (lookout points)," ungkap pakar keamanan siber Direktorat Siber Nasional Israel, Eliav Noori. Bahkan, salah satu CCTV yang diretas berada di kandang ayam wilayah Israel utara, namun sudut kameranya memperlihatkan pergerakan pasukan militer di sekitarnya.

Akan tetapi, Israel bukan tanpa perlawanan. Mengutip Financial Times, intelijen Israel dilaporkan telah membobol hampir seluruh kamera lalu lintas di kota Teheran selama bertahun-tahun, sebelum melancarkan serangan pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Peretas Gabungan Siap Pasang Badan

Di Ukraina, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) bergerak cepat melumpuhkan akses CCTV yang rentan. Hingga saat ini, SBU telah memblokir dan mengamankan sekitar 40.000 kamera keamanan yang berpotensi dimanfaatkan intelijen Rusia.

Di sisi lain, kelompok peretas internasional pendukung Ukraina, Team OneFist, melancarkan aksi balasan. Mereka menyadap rekaman CCTV yang mengawasi Jembatan Selat Kerch-penghubung Rusia dan Krimea-hingga berhasil mendeteksi sensor gerakan (motion detector) bawah air yang dipasang Rusia untuk menangkal serangan laut.

Kenapa CCTV Sangat Mudah Dibobol?

Mudahnya kamera CCTV diretas tak lepas dari kelalaian saat instalasi. Senior Vice President Palo Alto Networks, Xu Zou, menyebut banyak CCTV dipasang oleh tim fasilitas, bukan staf TI yang paham keamanan siber.

"Tugas mereka hanya memasang kamera, menyalakannya, lalu pergi," kata Xu Zou. Akibatnya, sistem keamanan jarang diperbarui (patch) dan kata sandi bawaan pabrik tidak pernah diganti.

Badan intelijen Belanda pun mengingatkan pemilik CCTV rumahan maupun bisnis untuk segera mengganti kata sandi bawaan (default password), membatasi koneksi langsung ke internet publik, serta mengaburkan (blur/masking) sudut pandang kamera yang mengarah ke area publik atau sensitif.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Amerika Makin Parno, Warga China Dituduh Menyamar Mengaku Pejabat


Most Popular
Features