Obat Mujarab HIV Akhirnya Ditemukan, Tak Perlu Dikonsumsi Seumur HIdup

Redaksi,  CNBC Indonesia
13 October 2026 06:25
About 2880 candles are seen lit during a World AIDS Day event in Jakarta December 1, 2009. Fifty million women in Asia are at risk of being infected with HIV because of the risky sexual behaviour of their husbands or boyfriends, a report released by
Foto: REUTERS/Dadang Tri

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama puluhan tahun, virus HIV mampu bersembunyi di dalam sel tubuh tanpa terdeteksi, sehingga obat sulit menjangkaunya. Kini para ilmuwan menemukan cara untuk "membuka kedok" virus tersebut, sebuah langkah besar menuju penyembuhan total, dikutip Senin (12/10/2026).

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Meskipun obat yang tersedia saat ini mampu menekan jumlah virus, virus tersebut tetap ada di dalam sel dan dapat muncul kembali jika pengobatan dihentikan.

Itulah sebabnya belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan orang yang terinfeksi HIV, karena virusnya tidak bisa dimusnahkan sepenuhnya.

Tim peneliti dari Peter Doherty Institute for Infection and Immunity, Melbourne, Australia, menemukan cara untuk mengatasi hal tersebut. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

Para ilmuwan kini telah menemukan cara untuk menyerang dan membunuh virus HIV tersebut.

Ilmuwan menggunakan teknologi mRNA yang dikemas dalam partikel sangat kecil bernama LNP X. Partikel LNP X membawa materi genetik mRNA masuk ke dalam sel darah putih yang menyembunyikan virus HIV. Kemudian, mRNA memberikan instruksi kepada sel untuk menampilkan penanda di permukaannya. Hasilnya, sel yang tadinya "tersembunyi" kini terlihat jelas oleh sistem kekebalan tubuh

Sistem imun kemudian dapat mengenali dan membasmi sel yang terinfeksi, sekaligus virus yang ada di dalamnya.

"Ini sebelumnya dianggap mustahil," ujar Paula Cevaal, peneliti utama. "Kami semua terperangah, tadinya belum berhasil, tiba-tiba berjalan sempurna. Kami hanya bisa terdiam dan berkata: 'luar biasa'."

Temuan ini adalah langkah awal, belum menjadi obat yang siap digunakan. Perlu uji coba pada hewan terlebih dahulu, baru kemudian uji coba pada manusia. Proses ini dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Banyak temuan di laboratorium yang akhirnya tidak berhasil di klinik, tetapi kali ini harapan sangat besar. Teknik ini juga berpotensi dikembangkan untuk mengobati jenis kanker tertentu.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ilmuwan Buat Terobosan! Sekali Suntik, Kolesterol Turun Lebih dari 50%


Most Popular
Features