Investor Panik, Tanda Akhir Era AI Sudah Makin Dekat

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
09 October 2026 16:10
OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbedaan laporan pendapatan tahunan OpenAI berdampak pada banyak perusahaan yang bergerak di bidang AI. Nvidia hingga Oracle dilaporkan mengalami penurunan saham setelah laporan pendapatan OpenAI ternyata lebih rendah dari yang dilaporkan sebelumnya.

Akhir bulan lalu dilaporkan pendapatan tahunan perusahaan US$68 miliar (Rp 1.217 triliun). Namun baru-baru ini OpenAI memberitahu angka sebesar sekitar US$50 miliar (Rp 895 triliun) pada akhir September lalu.

Seorang sumber menyebutkan angka US$68 miliar adalah pendapatan kotor mitra OpenAI. Ini membantu investor melakukan perbandingan lebih langsung dengan pesaing utamanya Anthropic.

Setelah pengumuman itu, saham berbagai perusahaan terkait AI kompak jeblok pada Kamis kemarin (8/10/2026). Mengutip CNBC Internasional, penurunan terjadi mulai dari Nvidia sebesar 3%, Oracle hampir 6%, CoreWeave yang juga menurun hampir 8%.

Perusahaan lain yang bernasib sama adalah Advanced Micro Devices serta Broadcom masing-masing turun 4%, Intel merosot r dan Super Micro Computer anjlok hampir 5%.

Dalam presentasi kepada investor, OpenAI juga melaporkan hasil kinerja perusahaan lainnya. Misalnya pertumbuhan total pendapatan sebesar 77% pada kuartal ketiga dan pertumbuhan pendapatan untuk bisnis 107%.

Di sisi lain, Anthropic tengah bersiap melakukan IPO yang disebut akan berlangsung besar-besaran. Namun belum ada informasi resmi soal aksi tersebut dari perusahaan.

Kabarnya perusahaan telah bertemu dengan calon invetor. IPO ini, Anthropic membidik target valuasi US$2 triliun (Rp 35.700 triliun).

Rencana IPO Anthropic dinilai penyedia riset keuangan independen New Constructs sebagai tidak masuk akal di tahun ini. Nilai perusahaan juga hanya sebesar US$150 miliar (Rp 2.600 triliun).

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sea & OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia


Most Popular
Features