Sumber Duit Manusia Rp 3.500 Triliun Mulai Direbut Google

Redaksi,  CNBC Indonesia
28 October 2026 13:35
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden dan CEO Nvidia, Jensen Huang, disaksikan oleh Ketua DPR AS Mike Johnson (R-LA), setelah berbicara kepada media di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sekto
Foto: Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden dan CEO Nvidia, Jensen Huang, disaksikan oleh Ketua DPR AS Mike Johnson (R-LA), setelah berbicara kepada media di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sektor teknologi di East Room, Washington, D.C., AS, pada 29 September 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dominasi Nvidia dalam pasar chip kecerdasan buatan mulai tergerus. OpenAI, pencipta ChatGPT dan salah satu pembeli chip terbesar di dunia, dilaporkan berencana membeli chip buatan Google. Langkah ini berarti aliran pendapatan raksasa yang selama ini masuk ke kantong Nvidia kini terbagi ke pesaing.

Laporan Reuters yang mengutip The Information menyatakan OpenAI berencana membeli Tensor Processing Unit (TPU) buatan Google. Kesepakatan ini memperdalam kerja sama kedua pihak setelah sebelumnya OpenAI mengumumkan ketersediaan model AI mereka di layanan Google Cloud.

Selama ini, Nvidia adalah pemasok utama chip kecerdasan buatan bagi OpenAI, terutama jenis GPU yang dipakai melatih dan menjalankan sistem AI. Perusahaan yang dipimpin oleh Jensen Huang tersebut valuasinya melonjak sejak perlombaan pengembangan AI. Kekayaan Huang melonjak seiring kenaikan harga saham Nvidia dan menjadikannya salah satu orang terkaya dunia dengan harta mencapai Ro 3.500 triliun.

Kini, Google ikut mengambil porsi besar pasokan dengan chip andalannya TPU. OpenAI juga sedang mengembangkan cip sendiri bekerja sama dengan Broadcom, direncanakan mulai dipakai akhir tahun ini

Google telah mengembangkan TPU selama bertahun-tahun, dan kini mulai menjualnya langsung kepada pelanggan. Chip ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih hemat dibandingkan produk Nvidia.

Saat ini, ada beberapa jenis chip yang digunakan untuk pengembangan AI:

  • GPU produksi Nvidia adalah yang paling banyak dipakai dengan harga paling premium
  • TPU buatan Google diklaim lebih efisien untuk fungsi tertentu
  • Chip yang dikembangkan bersama oleh OpenAI dan Broadcom sedang dirancang untuk kebutuhan OpenAI

Perusahaan teknologi raksasa diperkirakan mengeluarkan total US$ 600 miliar tahun ini untuk membangun infrastruktur AI. Selama ini Nvidia menikmati porsi terbesar dari pengeluaran tersebut. Namun, seiring naiknya harga chip dan makin ketatnya pasokan, pelanggan besar mulai mencari jalan lain.

Google melaporkan permintaan TPU sangat tinggi. Pendapatan dari penjualan TPU diperkirakan mulai tercatat secara signifikan pada tahun 2027. Pelanggan besar lain seperti Anthropic juga dikabarkan telah memesan kapasitas TPU dalam jumlah besar.

Sementara itu, Nvidia belum merespons laporan ini. OpenAI juga menolak memberikan komentar.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Penguasa Makin Goyang, Sepupu Kejar Manusia Rp 3.000 Triliun


Most Popular
Features