Mulut Neraka Terisi Lagi di Dekat 2 Juta Orang yang Terancam

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
09 October 2026 18:30
Wisatawan memotret danau lava di dalam kawah Gunung Berapi Masaya di Masaya, sekitar 30 km dari Managua. (AFP/INTI OCON)
Foto: Wisatawan memotret danau lava di dalam kawah Gunung Berapi Masaya di Masaya, sekitar 30 km dari Managua. (AFP/INTI OCON)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian dalam Geophysical Research Letter menemukan magma dalam sebuah gunung aktif yang disebut Mulut Neraka mulai terisi kembali. Aktivitas di gunung Masaya membuat nasib 2 juta penduduk di dekatnya berisiko terdampak.

Pemimpin penelitian Lizzie Johnson dan timnya menganalisa pada The Mouth melalui data satelit. Tujuannya untuk melihat bagaimana kondisi tanah di sekitar kaldera berubah dari tahun 2018-2024.

Selama empat tahun, dari 2018-2022, ruang magma Masaya ditemukan telah bergeser 3 cm menjauh dari satelit. Artinya terdapat penurunan tanah di sana. Kemudian 2022-2024, kenaikan terjadi. Menurut tim peneliti, aktivitas ini berarti lava gunung melakukan pengisian kembali.

"Saat permukaan tanah turun, berarti ada magma yang mengalir keluar dari gunung berapi, saat tanah mulai terangkat kembali, artinya ada magma baru yang berpotensi masuk," jelasnya dikutip dari New York Post, Kamis (8/10/2026).

Selain itu, wilayah bawah tanah sekitar kawah Santiago ditemukan telah mengalami penurunan selama enam tahun terakhir. Para peneliti mengindikasikan adanya dua ruang magma dalam jaringan vulkanik tersebut.

Masaya yang berada dekat Nikaragua berada di dekat populasi 2 juta orang. Selain itu, ada ribuan pengunjung setiap bulannya ke danau lava di sana.

Aktivitas tak biasa Masaya membuat pertanyaan keamanan bagi mereka. Dari temuan para peneliti ternyata mereka tak akan terdampak langsung dari Mulut Neraka.

Meski begitu, masih perlu lebih banyak penelitian lagi di Masaya. Dengan begitu kita bisa mendapatkan lebih jelas mengenai bahaya gunung dan memantau pergerakan bawah tanahnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Alasan Banyak Gunung RI Meletus di 2026, Tak Cuma Krakatau


Most Popular
Features