Krakatau Meletus Bisa Picu Gempa? Ini Penjelasan Pakar Bencana
Jakarta, CNBC Indonesia - Anak Krakatau meletus sejak akhir pekan lalu menimbulkan pertanyaan baru. Apakah aktivitas bisa memicu gempa?
Terkait pertanyaan tersebut, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan interaksi tersebut bekerja dua arah. Namun, dengan karakteristik yang sangat berbeda.
Untuk erupsi yang memicu gempa, dia menjelaskan proses migrasi magma menuju permukaan bisa memicu gempa. Ini diakibatkan karena rekahan batuan dalam tubuh gunung.
"Pertama, erupsi memicu gempa: Proses migrasi magma ke permukaan secara masif dapat memicu gempa vulkanik (baik gempa vulkanik dalam, dangkal, maupun tremor menerus) akibat rekahan batuan di dalam tubuh gunung," kata Daryono dalam unggahan di akun X resminya, dikutip Rabu (9/9/2026).
Dia menambahkan terdapat kasus masif saat kantong magma runtuh, yakni bisa memicu getaran berskala mikro hingga sedang di area tersebut.
"Pada kasus yang sangat masif, runtuhnya kantong magma dapat memicu getaran mikro hingga sedang di area lokal," ungkapnya.
Sementara untuk mekanisme kedua adalah gempa tektonik yang berpusat dekat gunung api bisa merusak kestabilan kantong magma. Aktivitas ini juga bisa membuka celah patahan baru.
Dari gempa tersebut bisa memicu erupsi. Hal ini bisa terjadi, Daryono menjelaskan asalkan gunung apinya memang tengah aktif.
"Kedua, gempa tektonik memicu erupsi: Gempa tektonik kuat yang berpusat di dekat gunung api dapat merusak kestabilan kantong magma atau membuka celah patahan baru, sehingga memudahkan magma dan gas naik ke permukaan dan memicu erupsi," tuturnya.
"Intinya gempa akan dapat memicu erupsi gunung api, dengan syarat gunung apinya sedang aktif, dengan magma cair dan gas berlimpah," dia menambahkan.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]