Amerika Siarkan Langsung Hukuman Tembak Mati Lewat Live Streaming

Redaksi,  CNBC Indonesia
09 October 2026 09:15
A tattered U.S. flag whips in a heavy wind on Sunday, April 19, 2020, in Dawson, Ga. (AP Photo/Brynn Anderson)
Foto: Wabah Virus Corona yang Rentan di Pedesaan Amerika (AP/Brynn Anderson)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengonfirmasi pemerintah akan menyiarkan langsung pelaksanaan hukuman mati terhadap Nidal Malik Hasan, pelaku penembakan di pangkalan militer Fort Hood pada tahun 2009. Eksekusi dilakukan dengan regu tembak di Texas pada 3 Desember 2026, menjadikannya eksekusi yang dapat disaksikan publik untuk pertama kalinya sejak tahun 1936.

"Kami akan memastikan rakyat dapat menyaksikannya, ini akan dilakukan secara terbuka," ujar Hegseth kepada saluran berita Real America's Voice. Ketika ditanya mengenai permohonan terakhir Hasan, ia menjawab: "Saya tidak peduli. Kita akan melihatnya pada 3 Desember."

Pejabat Departemen Pertahanan AS membenarkan rencana live streaming hukuman tembak mati tersebut kepada Reuters.

"Menteri benar. Akan disiarkan lewat live streaming. Detail menyusul," kata pejabat pentagon tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara selama pengarahan tentang perang Iran, di Pentagon di Washington, D.C., AS, 16 April 2026. (REUTERS/Nathan Howard)Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara selama pengarahan tentang perang Iran, di Pentagon di Washington, D.C., AS, 16 April 2026. (REUTERS/Nathan Howard) Foto: Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara selama pengarahan tentang perang Iran, di Pentagon di Washington, D.C., AS, 16 April 2026. (REUTERS/Nathan Howard)

Hasan dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan 13 orang dan melukai 32 lainnya di pangkalan militer Fort Hood. Presiden Donald Trump telah menyetujui pelaksanaan hukuman ini. Jika berjalan sesuai rencana, ini akan menjadi eksekusi militer pertama di Amerika Serikat sejak tahun 1961.

Keputusan ini menandai kembalinya eksekusi publik hampir 90 tahun di AS. Eksekusi publik terakhir adalah hukuman gantung Rainey Bethea di Owensboro, Kentucky, yang disaksikan sekitar 20.000 orang pada 14 Agustus 1936.

Pengumuman ini muncul di tengah sorotan terhadap pelaksanaan hukuman mati di AS. Pada 30 September, upaya eksekusi Christa Pike di Tennessee gagal setelah pemberian obat dua kali tidak mematikan. Pike terbangun beberapa hari kemudian, dan Gubernur Bill Lee menghentikan sementara seluruh eksekusi tahun ini serta memerintahkan peninjauan independen.

Sementara itu, prosedur terperinci pelaksanaan dengan regu tembak belum diumumkan secara resmi. Terdapat pula kemungkinan gugatan di pengadilan sipil yang dapat menunda pelaksanaan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Perusahaan China Bangkrut, Bos Besar Langsung Dihukum Mati


Most Popular
Features