Kementerian UMKM Dukung Fitur Hitung Margin di Shopee

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
07 October 2026 17:18
Deputy Director Public Affairs Shopee, Radynal Nataprawira, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM RI, Ibu Tina Maman Abdurrahman, Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, saat peluncuran ASN Gemar Belanja Lokal di
Foto: Deputy Director Public Affairs Shopee, Radynal Nataprawira, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM RI, Ibu Tina Maman Abdurrahman, Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, saat peluncuran ASN Gemar Belanja Lokal di Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (7/10). (dok istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Semakin banyak orang mencoba membuka usaha, namun ternyata banyak pula yang bingung menentukan harga jual karena komponen biaya di marketplace. Menanggapi hal itu, Shopee merilis fitur "Kalkulator Biaya" yang memungkinkan seller menyimulasikan biaya, margin, dan harga jual sebelum produk dipasarkan.

Tidak tanggung-tanggung, Kementerian UMKM menilai fitur ini menjawab kesulitan yang selama ini dihadapi banyak pelaku usaha. Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menilai hal ini meningkatkan transparansi komponen biaya bagi pengusaha UMKM.

"Dengan melihat struktur biaya melalui Kalkulator Biaya, pelaku UMKM dapat mengetahui dengan jelas komponen biaya yang harus diperhitungkan. Dengan demikian, tidak ada lagi biaya yang disembunyikan dan seller dapat menentukan harga jual secara lebih terukur," ujar perwakilan Kementerian UMKM Temmy dalam saat peluncuran ASN Gemar Belanja Lokal di Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong transparansi di platform e-commerce, sehingga pengusaha UMKM memiliki informasi yang lebih jelas untuk mengambil keputusan usahanya. Lewat fitur Kalkulator Biaya, ini menjadikan Shopee sebagai platform yang menunjukkan tingkat transparansi yang baik dalam memberikan informasi komponen biaya.

Adapun fitur ini, seller mengatur biaya pokok dan biaya opsional untuk setiap produk yang ingin dijual. Seller lalu bisa mencoba berbagai harga jual hingga menemukan angka yang sesuai dengan margin yang diharapkan. Kalkulator juga otomatis memperhitungkan biaya program opsional yang diikuti oleh seller dan dapat diakses oleh seluruh penjual Shopee.

Sementara itu, Deputy Director Public Affairs Shopee, Radynal Nataprawira, mengatakan fitur ini merupakan bentuk komitmen transparansi Shopee. Dia merinci bahwa penjual bisa melihat estimasi penghasilan bersih dengan lebih transparan, memantau rincian biaya yang berlaku di Shopee dengan lebih mudah, hingga mengatur margin yang diinginkan.

"Ini adalah proses yang akan membantu para seller membuat keputusan bisnis yang lebih tepat. Bagi kami, ini adalah wujud transparansi kami sebagai platform e-commerce, karena seller berhak mendapat kejelasan atas setiap rupiah yang mereka keluarkan dan terima," jelas dia.

Radynal menegaskan, transparansi bukan sekadar membagikan informasi, namun juga transparansi yang berarti memberikan pelaku UMKM kendali yang lebih besar atas bisnis mereka sendiri.

"Ketika informasi semakin jelas, mereka bisa mengambil keputusan secara lebih mandiri, lebih terukur, dan lebih percaya diri," ujarnya.

Bazar ASN Gemar Belanja Lokal


Kementerian UMKM berkolaborasi dengan Shopee menghadirkan bazar ASN Gemar Belanja Lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi pionir dalam meningkatkan minat belanja produk lokal. Shopee menghadirkan 10 seller produk lokal yang sudah menembus pasar ekspor.

"Kita ingin gemar belanja lokal ini dimulai dari para ASN di Kementerian UMKM. Dengan adanya penjual produk lokal yang sudah sukses menembus pasar ekspor, kita tidak perlu lagi meragukan kualitas produk lokal. Gerakan ini nantinya bisa menular ke kementerian dan lembaga lain," tutur Temmy.



(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Driver dan UMKM Grab Kumpul, Bangun Kota Masa Depan di Cirebon


Most Popular
Features