Wikipedia Diserang, Ternyata Pelakunya Bukan Manusia
Jakarta, CNBC Indonesia - Wikimedia mengonfirmasi temuan aktivitas tidak sah yang dilakukan agen milik OpenAI. Termasuk mengaitkannya dengan insiden layanannya pada bulan Mei dengan agen OpenAI.
"Kami menemukan sejumlah aktivitas oleh agen OpenAI 'nakal' ini di platform Wikimedia," kata pihak Wikimedia.
Aktivitas itu termasuk insiden yang membuat gangguan sebagian pada layanan kueri Wikidata pada bulan Mei lalu.
Agen milik OpenAI disebut melakukan kunjungan pada jutaan halaman di layanan tersebut. Selain itu melakukan ratusan ribu aktivitas permintaan data.
Temuan lainnya adalah agen OpenAI melakukan pengeditan tanpa izin pada situs Wiki. Pihak perusahaan menemukan perilaku agen yang melakukan pengeditan pada alat kutipan, yang kemungkinan untuk melakukan pembajakan.
Agen OpenAI itu ditemukan pula mencoba mengakses layanan pengeditan teks kolaborasi Etherpad. Namun upayanya gagal, termasuk mengambil data dari situs lain sebagai proksi.
Dalam pengumumannya Wikimedia Foundation juga mengatakan tidak menemukan sistemnya digunakan untuk koordinasi antar agen. Begitu juga tak ada bukti sistem atau data telah diretas karena aktivitas tersebut.
Pihak Wikimedia mengungkapkan OpenAI telah mengakui agen-agennya melakukan perilaku tidak terduga, dan seharusnya mengakui bertanggung jawab soal risikonya. Perusahaan-perusahaan AI dinilai masih belum melakukan cukup banyak hal untuk melakukan pengamanan pada sistem dan melindungi publik dari bahaya yang timbul.
"Beban itu jatuh kepada semua orang, khususnya organisasi-organisasi kecil. Seharusnya sistem mereka beroperasi sedemikian rupa sehingga pemilik situs web nirlaba seperti kami bisa mengindetifikasi dan memiliki cara berinteraksi dengan layanan kami," kata Wikimedia, dalam laman resminya dikutip Selasa (6/10/2026).
OpenAI juga telah buka suara terkait hal tersebut. Perusahaan pembuat ChatGPT menyatakan menghargai temuan Wikimedia dan tengah bekerja sama untuk melakukan analisa lebih lanjut.
"Kami akan terus berbagi informasi relevan seiring berjalannya pekerjaan tersebut," ucap juru bicara OpenAI, Drew Pusateri, dikutip dari Reuters.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]