Warga Batam Mengeluh Tak Dapat Air Sejak Ada Data Center

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
06 October 2026 08:21
Ilustrasi Data Center. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Data Center. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah masyarakat Kavling Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam mengeluhkan air mati selama berbulan-bulan di wilayahnya. Dugaannya hal ini disebabkan karena pembangunan data center di lokasi kawasan Nongsa.

"Ada kemungkinan besar. Saya tidak pernah mengatakan 100 persen bahwa [air mati akibat] data center. Tapi semenjak berdirinya, dikerjakannya data center ini, kami terdampak total mati," kata Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sambau, Andi Lalang dikutip dari Detik.com, Selasa (6/10/2026).

Dia menjelaskan di RT tempatnya tinggal telah lama berdampak. Dari air yang bisa diakses beberapa jam dalam sehari, kini sudah mati total.

Sejumlah masyarakat wilayah tersebut diketahui melakukan aksi protes, yang disebut Andi karena belum ada solusi terkait persoalan air. Sekitar 300-an orang mengikuti aksi.

Deputi Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Denny Tondano buka suara terkait masalah itu. Dia memastikan pihaknya akan mengecek ke jaringan dan sumber aliran pada setiap wilayah.

"Nanti kita akan cek dari mana sumbernya. Maka tadi contoh, beda RT saja ada beda aliran. Barusan kan disampaikan, RT 3 ngalir, RT 4 tidak ngalir. Nah, itu yang akan kita cek alirannya seperti apa," ujarnya.

Sementara itu, dia menjelaskan pasokan air di Nongsa bukan hanya karena adanya data center, melainkan juga terdampak musim kemarau. Produksi air di Nongsa biasanya mencapai 90 liter per detik (LPS), namun kini hanya memproduksi sekitar 25 LPS saja.

Untuk memenuhi pasokan air, BP Batam menggunakan dukungan pasokan dari Waduk Duriangkang. Dia juga membantah adanya pasokan air yang mengalir ke data center, termasuk dugaan 160 LPS menuju ke kawasan data center.

"Kalau saya bilang 160 LPS, mungkin saya tahu persis berapa yang terkirim. Tidak mungkin 160 LPS saya berkirim dari sana. Itu nggak ada," kata Denny.

Sejumlah data center yang beroperasi, disebutnya tengah menyiapkan sistem pengolahan air sendiri. Bahkan di salah satu kawasan telah memilikinya.

"Di situ mereka ada pengolahan sendiri. Cukup besar produksinya, itu yang mereka pakai untuk saat ini," ujarnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Center Ditolak di Mana-Mana, Warga Sebut Sumber Petaka


Most Popular
Features