Tim Dokter Mayapada Sukses Angkat Kanker Prostat Lewat Operasi Robotik
Jakarta, CNBC Indonesia - Tim dokter urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) berhasil menangani kanker prostat pada pasien berusia 72 tahun melalui tindakan Robotic-Assisted Radical Prostatectomy (RARP). RAPP merupakan prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan) dengan bantuan sistem robotik yang dikendalikan oleh dokter spesialis urologi untuk mengangkat seluruh kelenjar prostat.
Tindakan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, karena prostat berada di area yang sulit dijangkau dan dikelilingi struktur penting. Karena itu, dokter menggunakan teknologi robotik untuk mendukung operasi melalui visualisasi yang lebih jelas serta instrumen dengan gerakan lebih fleksibel dan presisi untuk mengangkat jaringan kanker sekaligus menjaga jaringan di sekitarnya.
Dokter Syamsu Hudaya, Dokter spesialis urologi yang memimpin tindakan tersebut menjelaskan bahwa posisi prostat berdekatan dengan saraf, pembuluh darah saluran kemih dan reproduksi membuat operasi membutuhkan ketelitian tinggi.
"Operasi kanker prostat memiliki tantangan tersendiri karena prostat berada di area panggul yang sempit dan sulit dijangkau, berdekatan dengan saraf dan pembuluh darah saluran kemih dan reproduksi. Karena itu, tindakan membutuhkan ketelitian tinggi. Teknologi robotik membantu dokter bekerja lebih presisi melalui visualisasi 3D dan instrumen dengan rentang gerak luas dan lebih ergonomis, sehingga area operasi dapat terlihat lebih jelas dan tindakan lebih terarah," ujar Syamsu Jumat (2/10/2026).
Meski menggunakan teknologi robotik, Syamsu menegaskan keberhasilan tindakan tidak hanya bergantung pada teknologi. Keterampilan dokter dan kerja sama tim tetap menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses penanganan pasien.
"Kami percaya bahwa robot adalah salah satu instrumen yang sangat membantu. Tetapi, man behind the gun, kerja sama dan kolaborasi tim, keseluruhan dari awal sampai akhir, itu akan sangat menentukan bagi kesembuhan dan tentunya outcome yang lebih baik bagi pasien," tambah Syamsu.
Tak hanya dr. Syamsu, dokter spesialis urologi di bidang bedah robotik, FRICS, dr. Stevano LH Sipahutar juga turut terlibat dalam tindakan tersebut. Menurutnya, penggunaan teknologi robotik memberikan sejumlah keunggulan yang mendukung proses pemulihan pasien.
"Dengan visualisasi 3D yang lebih jelas, lapang pandang yang dapat diperbesar, gerakan instrumen yang lebih presisi, serta tanpa tremor, tindakan dapat dilakukan dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi. Hal ini membantu meminimalkan perdarahan dan cedera pada organ di sekitar area operasi, sehingga pemulihan pasien (Length Of Stay/LOS) dapat berlangsung lebih cepat," ujarnya.
Pada kasus tersebut, pasien dapat pulang dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari setelah operasi.
Keberhasilan penanganan pasien kanker prostat tersebut juga mendapat apresiasi dari Pakar Bedah Uro-Onkologi dan Bedah Robotik Apollo Hospitals Jubilee Hills, Hyderabad, India, Sanjai Kumar.
Dengan pengalaman melakukan lebih dari 1.000 prosedur bedah robotik urologi, Sanjai menilai teknologi robotik kini telah menjadi bagian dari standar layanan di Mayapada Hospital.
"Teknologi robotik bukan lagi standar masa depan, tetapi standar layanan saat ini, dan kini telah menjadi bagian dari standar pelayanan di Mayapada Hospital. Mayapada Hospital telah menunjukkan penguasaan teknologi robotik dan teknik bedah berstandar internasional, termasuk kontrol teknis dan pengambilan keputusan klinis untuk memastikan prosedur yang aman dan efektif," ungkap Sanjai.
Keberhasilan tindakan bedah robotik tersebut mencerminkan kemampuan tim urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dalam menangani kasus kanker prostat melalui perpaduan keahlian klinis, kolaborasi multidisiplin, dan pemanfaatan teknologi robotik. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Mayapada Healthcare, melalui layanan unggulan Tahir Uro-Nephrology Center di Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan komprehensif untuk berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, termasuk kanker prostat.
Layanan tersebut didukung tim multidisiplin, mulai dari deteksi dan diagnosis hingga penanganan lanjutan dengan teknologi da Vinci untuk membantu tindakan bedah yang lebih presisi dan terarah sesuai kebutuhan pasien.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990 atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]