Penting Untuk Pasien Kanker! Ini Bekal Penting soal PET-CT & SPECT CT
Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi PET-CT dan SPECT-CT belum banyak diketahui pasien kanker dan keluarga. Padahal di tengah kebutuhan akan kepastian diagnosis dan pengobatan kanker, teknologi ini dapat membantu mendeteksi, menentukan stadium, hingga memantau respons terapi secara lebih detail dengan proses yang lebih cepat dan efisien.
 dr. Lim Andreas dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, PET-CT dan SPECT-CT merupakan teknologi pencitraan dalam bidang Kedokteran Nuklir yang mampu melihat struktur tubuh, fungsi organ, serta aktivitas metabolisme sel dengan hasil gambar yang lebih tajam, paparan radiasi lebih rendah, proses lebih cepat, dan alur yang lebih terarah.
"Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mendeteksi kanker, menilai penyebaran penyakit, memantau respons terapi, hingga mengevaluasi fungsi organ tubuh," jelas dr. Lim, Selasa (5/5/2026).
Lebih lanjut, dr. Lim menjabarkan rangkaian pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT dengan alur yang lebih terarah, untuk mengurangi waktu tunggu selama proses diagnosis. Tahap pertama adalah persiapan, pasien diminta untuk puasa 4-6 jam (terutama untuk PET-CT), menghindari aktivitas fisik berat sehari sebelumnya, serta menyampaikan riwayat medis seperti diabetes, kehamilan, atau alergi obat.
Pada kondisi khusus, obat tertentu juga perlu dihentikan sesuai arahan dokter. Tahap kedua, pemberian radiofarmaka atau zat radioaktif dalam dosis aman melalui pembuluh darah (intravena).
"Zat ini akan menyebar ke seluruh tubuh dalam 30-180 menit dan memancarkan sinyal yang kemudian ditangkap oleh scanner. Pada PET-CT, radiofarmaka digunakan untuk menilai aktivitas metabolisme sel, termasuk mendeteksi sel kanker yang lebih aktif dibandingkan sel normal," jelas dr. Lim.
Tahap ketiga, proses pemindaian (scanning). Pasien berbaring di meja pemeriksaan yang kemudian masuk ke dalam alat scanner. Mesin akan menangkap sinyal dari radiofarmaka dan menghasilkan gambar detail yang menunjukkan aktivitas sel serta struktur organ tubuh.
Tahap keempat, pasca scanning. Pasien menunggu sekitar kurang lebih, 15-30 menit hingga paparan radiasi berada pada tingkat aman. Dalam masa tunggu ini, pasien diminta minum banyak air putih agar sisa radiofarmaka dapat keluar melalui urin. Setelahnya, pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
"Proses pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT cukup sederhana bagi pasien. Dengan persiapan yang dan prosedur yang terstandar, teknologi ini menjadi salah satu metode canggih untuk membantu diagnosis dan pemantauan berbagai penyakit, terutama kanker," tutur dr. Lim.
Mengingat tingginya kasus kanker yang cukup tinggi, maka teknologi diagnostik PET-CT dan SPECT-CT ini sangat diperlukan untuk deteksi dini dan memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Menjawab kebutuhan ini, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) memiliki PET-CT Scan dan SPECT-CT yang tersedia di layanan Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center MHJS.
Teknologi ini tidak hanya membantu deteksi dini, tetapi juga menegakkan diagnosis, hingga mendeteksi kekambuhan. Layanan ini menjadi bagian dari Oncology Center yang terintegrasi di seluruh unit Mayapada Hospital untuk penanganan tumor dan kanker dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care dan dukungan kolaborasi aktif tim dokter multidisiplin dalam Tumor Board untuk menyusun rencana terapi yang tepat, serta pendampingan dari tim Patient Navigator di setiap tahap perawatan.
Bagi Anda dan keluarga yang membutuhkan pemeriksaan akurat dan evaluasi kanker secara menyeluruh dengan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis onkologi dan kedokteran nuklir di Mayapada Hospital melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare.
Informasi seputar kesehatan dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
source on Google [Gambas:Video CNBC]