Ada Bakteri di Air Irigasi, Ternyata Bekas Data Center
Jakarta, CNBC Indonesia - Data center Meta di Cheyenne, Amerika Serikat (AS) disebut membuat air di wilayah setempat penuh bakteri. Kabarnya bukan pada pasokan air minum, melainkan pada sistem air daur ulang untuk irigasi.
Laporan ini terungkap saat pengujian rutin bulan Februari lalu yang dilakukan oleh Dewan Utilitas Publik (BOPU) di fasilitas pengolahan air limbah Goat System LLC, kontraktor Meta di data center itu.
Bakteri yang ditemukan adalah Curiavidus gilardii. Ini adalah bakteri langka yang biasa ditemukan pada air dan tanah secara alami, dan infeksi jarang terjadi.
Meski begitu, infeksi terjadi bisa terdampak pada kelompok lansia dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Sementara itu, pihak Meta telah buka suara terkait masalah ini. Juru bicara perusahaan memastikan mendukung kontraktor utamanya, Fortis untuk menyelesaikan isu temuan bakteri tersebut.
Sistem pembuangan air limbah juga langsung dihentikan setelah temuan bakteri diumumkan oleh dewan pengelola.
Fortis juga disebut melakukan pengujian air sendiri dengan spesialis lingkungan pihak ketiga. Hasilnya tidak ada jejak bakteri yang ditemukan sebelumnya.
"Meta berkomitmen menjadi tetangga yang baik di Cheyenne, khususnya dengan perlindungan sumber daya air setempat dan akan mendorong kerja sama Fortis dan dewan pengelola hingga masalah ini terselesaikan," kata juru bicara itu.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]