Pembangunan Data Center

Presiden Tolak Dengar Warga Sendiri, Malah Tebar Pujian

Redaksi,  CNBC Indonesia
30 September 2026 15:05
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden dan CEO Nvidia, Jensen Huang, disaksikan oleh Ketua DPR AS Mike Johnson (R-LA), setelah berbicara kepada media di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sekto
Foto: Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden dan CEO Nvidia, Jensen Huang, disaksikan oleh Ketua DPR AS Mike Johnson (R-LA), setelah berbicara kepada media di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sektor teknologi di East Room, Washington, D.C., AS, pada 29 September 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dukungan penuh Presiden Donald Trump terhadap pembangunan data center berlawanan dengan tekanan yang makin kuat dari masyarakat Amerika Serikat yang menolak infrastruktur tersebut di wilayah tempat tinggal mereka. Warga di berbagai daerah menolak pembangunan data center yang memakan listrik sangat besar, tetapi Trump justru menyatakan perusahaan teknologi akan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat setempat sebagai bentuk ganti untung, dikutip dari keterangan di Gedung Putih, Rabu (30/9/2026).

Ketika ditanya apakah dukungan ini dapat merugikan kubu Republik pada pemilu sela bulan November, Trump menjelaskan bahwa perusahaan teknologi akan bekerja agar masyarakat merasa senang dengan pembangunan tersebut.

"Perusahaan-perusahaan besar, kuat, sangat kaya, dan sangat cerdas ini akan memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat," ujarnya di halaman depan Gedung Putih, didampingi para pimpinan perusahaan teknologi.

Namun pandangan masyarakat luas berbeda. Sebuah survei nasional menunjukkan bahwa 73 persen warga Amerika Serikat merasa perusahaan AI belum melakukan cukup upaya untuk mencegah kerusakan yang dapat ditimbulkan teknologi tersebut. Sebanyak 55 persen responden bahkan menyatakan akan lebih baik jika pengembangan AI diperlambat sementara waktu.

Hubungan antara pihak pemerintah dan dunia usaha terlihat sangat erat. Para pemimpin perusahaan AI termasuk pendiri OpenAI menjadi penyumbang terbesar bagi komite kampanye yang mendukung Trump pada tahun 2025. Greg Brockman dari OpenAI bersama istrinya saja menyumbangkan total US$ 25 juta ke komite tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Trump juga meluncurkan alat baru berbasis AI yang diklaim dapat mempermudah masyarakat mengakses layanan pemerintah. Hadir dalam acara tersebut para pemimpin perusahaan seperti Google, SpaceX, dan Meta. Trump menyatakan bahwa alat ini secara teori tidak dapat disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, meskipun ia tidak menyertakan bukti pendukung pernyataan tersebut.

Selain itu, Trump juga memerintahkan seluruh instansi pemerintah untuk mulai menggunakan istilah "super intelligence" menggantikan kata AI dalam dokumen resmi.

Warga AS Tolak Data Center

Sentimen negatif tersebut turut tergambar jelas dalam survei terbaru yang dirilis oleh Pew Research Center. Mayoritas warga AS, yakni 6 dari 10 responden, mengaku merasa tidak nyaman jika ada data center baru yang dibangun dan mulai beroperasi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Masih ada sebagian kecil warga yang menilai cukup nyaman (19%) dan sangat nyaman (7%) apabila daerah sekitar mereka dipilih sebagai lokasi data center baru.

Dari sudut pandang masyarakat AS, terdapat sejumlah kekhawatiran utama terkait dampak buruk yang ditimbulkan oleh fasilitas tersebut. Salah satu sorotan terbesar berkaitan dengan kelestarian lingkungan sekitar.

Riset tersebut mencatat bahwa 54% warga AS berpendapat sebagian besar data center memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Angka ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan catatan pada Januari lalu yang berada di angka 39%, dikutip dari laman resmi Pew Research Center, Kamis (24/9/2026).

Selain itu, 50% responden mengaitkan keberadaan data center dengan penurunan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

Di sisi lain, tidak sedikit pula warga yang menyoroti dampaknya terhadap sektor ekonomi lokal. Sebanyak 24% masyarakat menilai data center berdampak buruk bagi ketersediaan lapangan kerja lokal, dan 21% lainnya menganggap fasilitas tersebut berdampak negatif terhadap pendapatan pajak daerah.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Korban Data Center Makin Banyak, Warga Ngamuk Rumah Digusur Paksa


Most Popular
Features