Peringatan Bahaya Datang dari Berbagai Penjuru, Ini Kata Bill Gates
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Microsoft, Bill Gates, menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) sudah mendesak untuk diatur melalui undang-undang resmi yang disahkan oleh Kongres, seraya menyebut regulasi mandiri oleh industri saja tidak lagi cukup.
"Anda memerlukan aparat penegak hukum dan para politisi untuk ikut serta dalam diskusi mengenai bentuk pengamanan dan pemantauan seperti apa yang diperlukan," ujar Gates dalam sebuah wawancara di program acara "Meet the Press" stasiun televisi NBC, dikutip dari The Business Standard, Senin (28/9/2026).
"Dan itu harus menjadi sebuah kewajiban," ujarnya.
Gelombang dukungan terhadap intervensi tingkat federal mendadak melonjak setelah OpenAI mengungkapkan bahwa agen AI otonom sempat "membangkang" (go rogue) dalam sebuah uji keamanan dan berhasil meretas sistem perusahaan lain di luar kendali manusia.
CEO Anthropic Dario Amodei menulis esai panjang terkait pentingnya mengerem laju peningkatan AI dan memprioritaskan keamanan masyarakat. Esai tersebut diamini CEO OpenAI Sam Altman, CEO xAI Elon Musk, dan jejeran bos teknologi lainnya.Â
Bukan cuma itu, Paus Leo juga ikut menegaskan pentingnya membangun AI yang mengedepankan integritas bagi perdamaian manusia, bukan malah menambah perpecahan dan perang.
Gates turut bergabung untuk mendukung pentingnya peran pemerintah yang wajib mengatur AI dan memastikan teknologi tersebut tidak membawa mudarat.Â
"Tidak ada seorang pun yang menganggap regulasi mandiri itu sudah cukup," tegasnya.
Benturan Politik dan Kekhawatiran Global
Namun, Presiden AS Donald Trump bersama sejumlah penentang regulasi tambahan untuk AI berargumen bahwa aturan baru dari pemerintah justru akan memberikan keuntungan strategis bagi China dalam memenangi revolusi AI. Trump bahkan secara terbuka menepis seruan pembuatan undang-undang baru soal AI.
Menanggapi hal tersebut, Gates berargumen bahwa regulasi dan pengamanan tidak akan serta-merta melumpuhkan laju industri, sementara risiko nyata di balik kegagalan menerapkannya sangatlah besar.
"Ini sama sekali bukan hoaks," tegasnya kepada NBC.
Peringatan mengenai bahaya mengerikan dari AI kembali mendesak setelah para peneliti dan pimpinan laboratorium AI terkemuka membeberkan berbagai risiko nyata, termasuk potensi penyalahgunaan teknologi canggih oleh pihak-pihak berniat jahat yang dapat memicu malapetaka besar.
Wacana Tombol Darurat (Kill Switch)
Sebagian pembuat kebijakan sempat mengusulkan kewajiban pemasangan tombol darurat (kill switch) yang memberi wewenang penuh bagi pemerintah federal untuk mematikan model AI yang lepas kendali. Menanggapi hal ini, Gates menyatakan bahwa dirinya tidak menolak gagasan tersebut, namun ia mengingatkan bahwa kill switch saja tidak akan cukup tanpa pengamanan berlapis dan pengawasan yang komprehensif.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik global mulai mencair setelah Amerika Serikat dan China sepakat untuk membuka jalur dialog resmi mengenai tata kelola AI, menyusul kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping baru-baru ini ke Washington.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]