Paus Leo Kasih Peringatan Tegas, Pemimpin Negara Diminta Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Paus Leo kembali melontarkan seruan penting dan peringatan keras terkait pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Ia mendesak para pengembang dan pemangku kepentingan global untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak justru memicu jurang perpecahan di dalam masyarakat.
Dalam sebuah kesempatan belum lama ini, Paus Leo menekankan pentingnya mengarahkan inovasi teknologi agar berfungsi sebagai penguat pilar perdamaian dunia, yang dilandasi oleh visi kebijaksanaan serta kasih sayang.
"Di dunia yang dipenuhi konflik dan perpecahan, pengembangan AI perlu visi yang berasal dari kebijaksanaan dan kasih sayang," ujar Paus Leo, dikutip dari Reuters, Minggu (27/9/2026).
Ia menambahkan, desain dan pemanfaatan AI harus secara konsisten melayani harkat martabat setiap individu serta memperkuat ikatan kemanusiaan alih-alih merusaknya.
Desak Regulasi Ketat dan Soroti Risiko "Perang Tanpa Akhir"
Peringatan ini bukanlah kali pertama yang disampaikan oleh Paus Leo. Isu mengenai etika dan ancaman AI sebelumnya juga menjadi sorotan utama dalam dokumen ensiklik atau apostolik besar pertamanya yang dirilis pada Mei lalu.
Dalam dokumen tersebut, Paus secara spesifik memperingatkan bahwa sistem AI yang tidak terkontrol memiliki kapasitas destruktif untuk menyebarkan disinformasi masif, memicu konflik sosial, hingga menyeret dunia ke dalam pusaran "perang tanpa akhir".
Guna membentengi masyarakat dari dampak buruk tersebut, Paus Leo turut menyampaikan sejumlah poin desakan krusial:
-
Kedaulatan Data: Kepemilikan dan pengelolaan data penting tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada kepentingan pihak swasta korporat.
-
Intervensi Politik: Perlunya keterlibatan politik yang lebih aktif dan berani untuk "rem darurat" atau memperlambat laju perkembangan AI di tengah dinamika digital yang bergerak terlalu cepat.
-
Kerangka Hukum dan Pengawasan: Pembentukan payung hukum yang kokoh, adanya lembaga pengawasan independen, serta edukasi literasi teknologi yang memadai bagi para pengguna akhir.