Ilmuwan Temukan Cara Kurangi Berat Badan Menggunakan Cokelat

Redaksi,  CNBC Indonesia
25 September 2026 19:40
Cadbury
Foto: Reuters/Phil Noble

Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa sangka, hanya dengan mencium aroma cokelat hitam, rasa lapar dapat berkurang secara nyata. Sebuah penelitian ilmiah membuktikan bahwa bau cokelat berkualitas tinggi dapat mengubah hormon pengatur nafsu makan di tubuh perempuan, sehingga keinginan makan menurun tanpa perlu sepotong pun dikonsumsi.

Studi ini dipublikasikan di jurnal Regulatory Peptides dan dapat diakses melalui PubMed, Jumat (25/9/2026).

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Rumah Sakit Reinier de Graaf di Delft, Belanda, melibatkan 12 perempuan sehat dengan berat badan ideal. Mereka dibagi ke dalam dua sesi pengujian. Pada satu sesi peserta memakan cokelat hitam dan pada sesi lain sebagian hanya mencium aromanya tanpa memakannya.

Hasil penelitian menunjukkan hal yang mengejutkan. Baik peserta yang memakan cokelat maupun yang hanya mencium aromanya, keduanya mengalami penurunan nafsu makan yang serupa. Ilmuwan menemukan bahwa mencium aroma cokelat hitam mengubah kadar hormon ghrelin yaitu zat yang memberi sinyal lapar ke otak. Kadar ghrelin turun, sehingga rasa lapar berkurang. Perubahan ini sama persis dengan yang terjadi pada peserta yang benar-benar memakan cokelat.

Selain ghrelin, hormon lain yang mengatur rasa kenyang seperti GLP-1 dan CCK juga ikut berubah seolah-olah tubuh sedang menerima makanan. Efek ini terlihat jelas pada perempuan muda, yang menjadi kelompok uji dalam penelitian tersebut.

Para peneliti menjelaskan bahwa ini terjadi karena sistem penciuman terhubung langsung ke bagian otak yang mengatur nafsu makan. Saat aroma cokelat masuk ke hidung, tubuh seakan-akan "mengira" makanan akan masuk, sehingga hormon pengatur kenyang mulai bekerja lebih dulu.

Cokelat yang digunakan adalah jenis hitam dengan kandungan kakao 85 persen. Cokelat susu atau yang banyak gula belum tentu memberikan efek yang sama. Hanya perlu mencium aroma selama kurang lebih satu jam untuk melihat perubahan kadar hormon.

Jika dimakan, porsi yang diuji adalah 30 gram atau sekitar dua potong kecil.

Peneliti juga menemukan perbedaan halus antara sekadar mencium dan benar-benar mengonsumsinya. Saat dimakan, hubungan antara kadar hormon dan nafsu makan hilang sepenuhnya. Saat hanya dicium, hubungan itu justru berbalik yaitu makin kuat aromanya makin turun nafsunya.

Artinya, mencium aroma cokelat sebelum makan dapat menjadi cara yang mudah dan murah untuk mengontrol porsi makan. Jadi, cokelat tidak harus dimakan untuk memberi manfaat. Aromanya saja sudah cukup memberi sinyal kenyang ke tubuh.

Bagi yang ingin menjaga berat badan, langkahnya sederhana yaitu dekatkan cokelat hitam ke hidung, hirup aromanya, dan biarkan tubuh mengatur nafsunya sendiri. Tentu saja tetap dengan porsi yang wajar.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Peneliti Israel Ungkap 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan


Most Popular
Features