Hawala Sarang Pencucian Uang Diungkap PPATK, Diawasi Ketat
Jakarta, CNBC Indonesia - Hawala dan penyedia layanan sejenis lainnya (HOSSPs atau Hawala and other Similar Service Providers) sebenarnya merupakan sistem transfer uang yang sah. Namun di sisi lain banyak yang menggunakannya untuk tujuan ilegal.
Dalam hal ini terungkap kerap menjadi cara untuk aktivitas pencucian uang. Temuan itu berasal dari laporan Financial Action Task Force (FATF).
Banyak layanan ditemukan pula tidak terdaftar secara resmi, saat banyak negara mengharuskan penyedia mendapatkan izin sebelum memberikan layanan.
FATF juga menyoroti sistem underground dan HOSSPs yang mirip dengan struktur bisnis. Bahkan bisa berkembang dengan sangat canggih, beroperasi dalam skala besar, dan dikelola dengan komersial.
Sistem ini disebut membantu kelompok kejahatan. Sebab mereka dapat memindahkan uang berjumlah besar ke negara lain dengan cepat dan komisi lebih rendah.
Mengutip laman resmi PPATK, tujuan pencucian uang bukan lagi hanya kejahatan yang menggunakan uang tunai seperti perdagangan narkotika atau penyelundupan. Akan tetapi telah beerkmbang untuk kejahatan seperti penipuan, kejahatan siber, pendanaan terorisme, permainan dan judi ilegal, serta kejahatan terorganisasi transnasional.
Transaksi Hawalan disebut akan melibatkan berbagai macam aplikasi dalam prosesnya. Salah satunya aplikasi pesan yang memiliki fitur enkripsi, seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal.
Transaksi sendiri akan menggunakan berbagai layanan dari transfer bank, dompet digital, aplikasi fintech, atau pembayaran instan. Para pelaku menggunakan stablecoin atau aset virtual yang dapat dimanfaatkan untuk saldo transaksi.
Sementara itu, AI juga ditemukan dalam aktivitas ini serta pengembangan aplikasi khusus. PPATK menilai perkembangan ini akan makin meningkatkan efisiensi aktivitas pencucian uang.
"Berbagai perkembangan tersebut semakin meningkatkan efisiensi layanan pencucian uang profesional, mempermudah penyembunyian dana, serta memperluas jangkauan geografis dan meningkatkan ketahanan jaringan pencucian uang profesional berbasis underground banking dan HOSSPs," tulis PPATK
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]