Lansia Dirampok Maling Rp 1 Triliun, 30 Orang Ditangkap Polisi
Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 30 orang ditangkap dan didakwa dalam kasus penipuan dan pencucian uang lintas-negara. Korbannya menyasar orang lanjut usia (lansia) di seluruh Amerika Serikat (AS), dengan aliran dana mencapai US$65 juta atau setara Rp1,1 triliun.
Modus penipuan ini berhasil dibongkar dengan bantuan dari beberapa YouTuber di bali channel populer 'Scammer Payback' dan 'Trilogy Media', dikutip dari Variety, Selasa (7/7/2026).
Pierogi yang merupakan host Scammer Payback, bersama dengan Ashton Bingham dan Art Kulik dari Trilogy Media, membantu penegak hukum federal mengidentifikasi beberapa pelaku dan mengungkap struktur konspirasi tersebut, menurut siaran pers dari Kantor Kejaksaan AS.
Jaringan kriminal yang melancarkan aksi ini berbasis di Southern California dan telah beroperasi sejak 2019. Kebanyakan pelaku berkewarganegaraan China dan bekerja sama dengan mitra-mitra call center penipuan berbasis India.
Pelaku akan menelpon para lansia dan menyamar sebagai karyawan dukungan teknis dari lembaga pemerintahan atau bank. Mereka kemudian menginstruksikan para lansia untuk mengambil sejumlah uang, mengemasnya, dan mengirimnya ke nama-nama dan alamat-alamat berbeda yang disediakan penipu.
Paket-paket tersebut dikirim ke lokasi penyewaan jangka pendek, ditujukan kepada nama-nama fiktif yang sesuai dengan kartu identitas palsu.
Setelah penyelidikan federal menemukan 11 paket berisi uang tunai sekitar US$135.000 (Rp2,4 miliar) di San Diego, aparat penegak hukum menemukan beberapa video YouTube yang diunggah pada 2020 dan 2021 yang membantu mengidentifikasi anggota sindikat penipuan tersebut.
Scammer Payback dan Trilogy Media memancing para pelaku penipuan dan mengonfrontasi mereka di depan kamera, yang kemudian memungkinkan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi serta mendakwa Zhiyi Zhang, Dudu Chen, dan Huajian Chen, beserta anggota tingkat tinggi lainnya dalam operasi tersebut.
Terdakwa utama, Hua Wang, mengaku bersalah di pengadilan federal pada 30 Juni lalu. Ia ditangkap pada April 2025 di kediamannya di Flushing, New York, beberapa hari setelah rekan terdakwa, Weining Su, ditangkap di Bandara JFK saat hendak menaiki penerbangan sekali jalan menuju China.
Wang mengakui dari 2019 hingga 2023, ia bertanggung jawab atas lebih dari 2.000 paket berisi uang tunai yang dikirimkan oleh para korban lansia, dengan total kerugian mencapai US$64 juta.
Penyelidikan ini juga telah menghasilkan pengakuan bersalah dari sejumlah rekan konspirator, termasuk Xiao Lei Xu, Wen Chang Wang (alias "Cookies"), Jiawen Cai (alias "Johnny Cai"), Zhuhan Yin, Wenzhi Chen, Yuhui Sun, Jiaxin Jiang, Bing Shen, dan Chongchong Li.
Sidang pembacaan vonis bagi masing-masing terdakwa dijadwalkan berlangsung antara Juli hingga September 2026. Kasus ini ditangani Asisten Jaksa AS Kevin Mokhtari dan Asisten Khusus Jaksa AS Katherine Rookard.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]